KBO Sat Lantas Polres Lotim: Pemberlakuan Rekayasa Lalu Lintas untuk Kurangi Kerumunan Massa

Kepala Bin Ops (KBO) Satlantas Kepolisian Resor (Polres) Lombok Timur (Lotim), IPDA. Putri Risma, memaparkan tujuan pemberlakuan rekayasa lalu lintas di Kota Selong dan beberapa titik lain di wilayah hukum Polres Lotim, Senin (04/05/2020).

LOMBOK TIMUR, Corongrkayat.co.id.- Kepala Bin Ops ( KBO ) Satlantas Polres Lotim, IPDA. Putri Risma menerangkan, jika pihak Polres Lotim akan melakukan rekayasa lalu lintas di Kota Selong.

“Pengalihan arus di wilayah Selong akan dilakukan di 4 titik, yakni di simpang empat Pejanggik, kemudian di SPBU Pancor namun kita buka untuk bundarannya, lalu di simpang empat PTC, kemudian belok kanan di simpang empat Bremi,” kata Putri.

Dirinya juga menambahkan, tujuan dilakukannya rekayasa lalu lintas ini untuk mengurangi kerumunan masyarakat di pusat pertokoan yang ada di kawasan Pancor,” imbuhnya.

Ditanyakan tentang apakah ada atau tidak penolakan dari owner usaha di kawasan tersebut, dirinya menjawab lugas.

“Tidak ada penolakan dari pemilik usaha, bahkan mereka sangat mendukung apa yang dilakukan oleh pihaknya, bahkan di beberapa tempat mereka secara mandiri memasang banner himbauan agar pengunjung mengenakan masker,” kata Putri.

Ditanyakan pula sejak dan sampai kapan aturan ini diberlakukan, Putri menjawab lugas.

“Ini mulai dilakukan sejak tanggal 28 April sampai dengan waktu yang belum ditentukan, sampai keadaan normal, karena tujuannya untuk pencegahan Corona,” ujarnya.

Putri juga menjelaskan, selain dilakukan di Selong, hal serupa juga dilakukan di 3 titik lain, yakni di Masbagik, Aikmel dan Sikur, dan yang bertanggungjawab adalah Polsek masing-masing.

Atas hal itu, Putri berharap agar supaya masyarakat memahami tindakan yang diambil oleh Polres Lotim, demi keselamatan bersama.

“Harapan saya agarĀ  masyarakat Lombok Timur, bisa memahami dan mendukung kegiatan yang dilaksanakan, sehinga kita bisa mencegah dan memutus rantai Corona dan mari kita berdoa agar angka positif Corona di NTB dan Lotim dapat segera menurun,” tutup Putri. (Cr- Alpin).