Disaat keluarganya bersukacita atas nyongkolan salah seorang misannya, IG justru bunuh diri di rumahnya sendiri , kematiannya membuat gempar masyarakat dusun Majapahit Desa Sakra Kecamatan Sakra, pasalnya pria yang di kenal pendiam dan baru tiga bulan mempunyai anak laki-laki, bunuh diri secara tragis (Minggu,01/02/2015)

Lombok Timur,corongrakyat.co.id – Pria yang di kenal pendiam dan sering berolah raga dan lulusan FPOK IKIP Mataram ini di temukan keluarganya tergantung di salah satu pintu rumahnya dengan kabel warna hitam sebesar jari kelingking pria dewasa melingkar di lehernya serta darah bercucuran dari kedua belah lengannya.
Salah seorang keluarganya yang tidak mau di sebut namanya menceritakan bahwa IG pernah mengabdi di salah satu SD Negeri di Dasan Agung Mataram, tetapi sejak beberapa bulan terakhir IG berhenti mengajar di sekolah tersebut. Ia menceritakan bagaimana dari malam sebelumnya IG tidak menunjukkan prilaku yang mencurigakan, hanya saja ketika semua keluarga laki-laki pergi nyongkolan ia menyuruh keluarganya keluar dari rumah dan mengancam para wanita yang tinggal di rumahnya tersebut untuk keluar, dengan menodongkan pisau ia menyuruh keluarganya untuk tidak mendekat, jika tak mau keluar IG mengancam untuk membunuh mereka.
Tak Lama berselang IG sendirian di rumah tersebut, sekitar pukul 17.30 Wita salah seorang keluarganya masuk dan melihat IG tergantung di salah satu pintu rumahnya. Ia pun berteriak sehingga keluarganya berhamburan masuk kedalam rumah tersebut.
Dari olah TKP(Tempat Kejadian Perkara) terlihat masih terikat kabel yang di pakai gantung diri oleh IG di salah satu pintu kamar, selain itu ada botol air mineral dan botol air accu serta racun tikus yang di perkirakan dipakai korban untuk bunuh diri.
Menurut beberapa sumber yang di temui di TKP di perkirakan IG S.Pd bunuh diri dengan meminum racun tikus dan air accu tersebut, setelah meminum air accu dan racun tikus, IG di perkirakan langsung memotong urat nadinya dengan benda tajam, setelah itu baru menggantung dirinya.

Ibu korban, Iq Rina mengatakan bahwa sebelum kejadian IG sering mengaji dan berzikir, beberapa hari yang lalu ia justru ingin kekuburan niniknya (Kakeknya , red),
“ia juga bercerita akan meminta istrinya untuk berhenti kerja di mataram,” ujar Iq Rina sang ibu korban. Sedangkan mertua korban L Ajab menuturkan bahwa IG sebagai menantunya sangat baik, sopan dan cenderung pemalu.(cr-mj)

