oleh

Herd Immunity Lotim Terbentuk, Aktivitas Masyarakat Dilonggarkan

banner 300500

 

Setelah berbulan proses vaksinasi dilakukan dengan kerja keras di Lotim. Akhirnya per hari ini herd immunity berhasil terwujud. Aktivitas bisa dilonggarkan, dengan catatan Prokes ketat dan telah menerima dosis vaksin.

LOMBOK TIMUR, Corongrakyat.co.id- Kabar gembira bagi masyarakat Lombok Timur, per hari ini (08/11) akhirnya Tim Satgas Penaggulangan Covid-19 Lombok Timur, berhasil mewujudkan herd immunity (kekebalan kelompok, red) setelah usaha panjang melakukan vaksinasi sejak bulan Februari lalu.

“Alhamdulillah capaian vaksinasi per hari ini 70,21 persen. Artinya secara teori epidemiologi kita sudah mencapai herd immunity,” kata Kepala Dinas Kesehatan Lombok Timur, Dr. Pathurahman di saat konferensi pers, Senin (08/11/2021).

Masih lanjutnya, dengan telah tercapainya herd immunity di Lombok Timur, secara otomatis menjadikan Lombok Timur saat ini menempati level l. Adapun katanya, capaian level itu ditentukan oleh tiga indikator, di mana satu tambahan indikator berdasarkan Instruksi Mendagri Nomor 24 per bulan Juli 2021.

“Indikator level bagi suatu daerah ada tiga yaitu pertama transmisi komunitas, terdiri dari tiga sub yaitu kasus konfirmasi, rawat inap rumah sakit dan kematian. Indikator kedua kapasitas respon, sub indikatornya testing, tracking dan treatment dan indikator capaian vaksinasi berdasarkan Instruksi Mendagri,” imbuhnya.

Masih kata dia, dengan telah terwujudnya herd immunity, maka secara otomatis aktivitas masyarakat bisa mulai dilonggarkan. Dengan catatan tetap mentaati protokol kesehatan Covid-19 secara ketat selain yang paling utama menerima suntikan vaksin. “Secara teori aktivitas mulai dilenturkan, tapi tetap dengan Prokes ketat, dana utamanya telah divaksin,” ucapnya.

Disampaikan oleh Sekretaris Daerah Lombok Timur, Drs Juaini Taofik, saat ini sekalipun secara manual Lombok Timur telah mencapai herd immunity yaitu 70 Persen dari jumlah penduduk (952,470 penduduk, red) masih terdapat selisih data. Karena di V-Care data yang terinput masih 63 persen, atau ada selisih 7 persen, dari itu akan dilakukan input data manual ke V-Care oleh Batalyon V-Care yang langsung berpusat di Polres Lombok Timur, karena yang menjadi acuan pemerintah pusat adalah data V-Care

“Terdapat selisih data manual dengan V-Care 7 persen. Itu terjadi karena petugas kita lakukan vaksinasi door to door. Jadinya saat input terkendala, jadi data itu akan diinput oleh Batalyon V-Care yang sudah diaktifkan,” sebut Taofik.

Hal menarik dikatakan oleh Taofik, sekalipun 4 kabupaten/kota lain di Pulau Lombok lebih dahulu mencapai herd immunity dibanding Lombok Timur, karena sasarannya lebih sedikit, ditambah lagi dengan intervensi pihak lainnya dalam hal ini Polda NTB, Korem 162/Wirabakti dan Pemprov NTB. Beda halnya dengan Lombok Timur yang berhasil mencapai herd immunity secara mandiri.

“Kita mungkin terlambat, tapi kita mandiri dan sasaran kita terbesar. Dengan catatan droping vaksin ke kita mencukupi. Atas raihan itu, kami sampaikan apresiasi kepada para Nakes, Babinsa dan Babinkamtibmas yang tiap hari berjibaku. Tentu kami juga sampaikan terimakasih kepada masyarakat yang telah bersabar,” ujarnya.

Disampaikan juga oleh Kapolres Lombok Timur, AKBP. Herman Suriyono, usaha dan kerja bersama yang telah dilakukan oleh semua pihak, hingga akhirnya terwujud herd immunity adalah bukti konsistensi dan tanggungjawab untuk melindungi nyawa masyarakat. Dari itu, dirinya sangat mengapresiasi dedikasi dan pengorbanan pihak terkait, utamanya para tenaga kesehatan atas komitmen tersebut.

“Ini adalah hasil dari kerja bersama antara TNI/Polri, Pemda dan seluruh stakeholder. Apa yang kita lakukan semata-mata untuk menyelamatkan nyawa rakyat,” tandasnya. (Pin)

BERITA TERKAIT