oleh

Hampir Jadi Korban TPPO, 13 CPMI Ilegal Asal Lotim Dipulangkan Paksa

banner 300500

 

13 CPMI ilegal asal Lotim dipulangkan paksa dari Jakarta, setelah sebelumnya digerebek di tempat penampungan oleh BP2MI di kawasan Bekasi, Jawa Barat.

LOMBOK TIMUR, Corongrakyat.co.id- Sebanyak 13 calon Pekerja Migran Indonesia (CPMI) non-prosedural asal Lombok Timur yang digerebek di tempat penampungan ilegal di Jakarta, dipulangkan. Sebelum dipulangkan, mereka sempat diinapkan selama satu malam di Mataram. Mereka lalu diangkut menggunakan bus menuju Lombok Timur dan tiba di kantor Dinas Tenaga Kerja Lombok Timur pada Rabu, (12/01/21) kemarin malam.

Pegawai Negeri Pengantar Kerja Fungsional Disnaker Lombok Timur Raden Bambang Dwi Minardi mengungkapkan berdasarkan data yang diterima ada 13 orang C PMI tujuan Arab Saudi dipulangkan karena ilegal.

Bambang mengatakan berdasarkan informasi yang diterimanya sponsor atau tekong yang memberangkatkan baru terdeteksi sebanyak 2 orang.

“Tapi tidak menutup kemungkinan kedepannya akan banyak orang (tekong.red) yang terlibat,” ungkapnya.

Mengenai tindakan yang akan dilakukan untuk memberantas sponsor atau tekong pelaku TPPO, Bambang mengaku kasus ini telah ditangani oleh Mabes Polri.

“Kita hanya sebatas memberi keterangan dan kesaksian saja,” pungkasnya.

Ditempat sama Ketua Serikat Buruh Migran Indonesia Lombok Timur Usman meminta agar APH menangkap sponsor atau tekong pelaku perdagangan orang. Karena menurutnya Arab Saudi hingga kini masih moratorium. Aturannya sudah jelas kata dia bahwa tidak boleh mengirim PMI ke Negara yang masih moratorium

“Kok beraninya tekong merekrut C PMI secara ilegal padahal Timur Tengah termasuk Saudi masih moratorium. APH harus usut tuntas tekong pelaku agar ada efek jera,” tegasnya.

Hal ini lanjutnya akan tetap diadvokasi pihaknya sampai pelaku perdagangan orang ini ditangkap semua. Pihaknya juga akan melaporkan kasus ini, dengan harapan agar masyarakat mendapatkan kemaslahatan.

“Kami juga mendorong BP2MI untuk segera melimpahkan kasus ini kepada pihak kepolisian agar pelakunya segera terungkap,” tegasnya.

Sementara Kepala Unit Pelaksana Teknis Badan Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (BP2MI) Nusa Tenggara Barat (NTB) Abri Danar Prabawa membenarkan adanya pemulangan C PMI ilegal asal NTB sebanyak 54 orang. 13 orang berasal dari Lombok Timur.

Abri mengungkapkan berdasarkan hasil sidak yang dilakukan Kementerian Tenaga Kerja dan Transmigrasi di Bekasi, didapati sekitar 54 orang yang akan diberangkatkan ke luar Negeri secara non prosedural.

Kasus ini lanjutnya masih dalam penyelidikan Polda Metro Jaya. Sementara pihaknya saat ini meminta kepada C PMI untuk proaktif melaporkan tekong atau sponsor yang memfasilitasi mereka ke Kepolisian di masing-masing Daerah.

Diakui Abri saat ini BP2MI belum melimpahkan kasus ini ke APH di NTB. Karena masih dalam penanganan Polda Metro Jaya dan pihaknya masih melakukan penelusuran dan pengembangan terkait tekong yang memberangkatkan mereka.

Lebih lanjut Abri mengatakan pihaknya telah melakukan langkah preventif dengan cara menghimbau CPMI untuk proaktif memberikan keterangan. Selain itu, pihaknya juga akan melakukan penelusuran dan kordinasi dengan pihak kepolisian guna mengungkap kasus ini.

Dia berharap dengan apa yang akan dilakukan ini dapat memberikan efek jera terhadap pelaku dan dapat menutup ruang operasi oknum sponsor yang kerapkali merugikan masyarakat. (Pin)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *