Gizi Buruk, 12 Tahun Azwar Terbaring Lemas

Muhammad Izwan Ifandi (12) Penderita Gizi Buruk
Muhammad Izwan Ifandi (12) Penderita Gizi Buruk

Salah seorang anak di dusun Bagiq Lonjer Desa Rensing Kecamatan Sakra Barat, Muhammad Izwan Ifandi (12) harus hidup dengan kondisi memprihatinkan, karena penyakit gizi buruk (Gibur) yang dialaminya sejak usia lima bulan.

 LOMBOK TIMUR, Corongrakyat.co.id – Akibat penyakit yang dideritanya, putra dari pasangan Amaq Marwan dan Inaq Muslatin itu hanya bisa terbaring lemas di tempat tidurnya.

Adalah Amaq Sutarman seorang kakek yang kini merawat Izwan pada Corong Rakyat, Jum’at (10/10/2014) di kediamannya menuturkan, awal penderitaan cucunya itu (Izwan-Red) berawal semenjak perceraian orang tua Izwan12 tahun silam yakni saat Izwan berusia lima bulan.

“Ibunya yang seharusnya merawatnya justeru meninggalkannya begitu saja setelah bercerai dengan ayahnya dan menikah dengan orang lain. Dan sejak itu pula ia tidak pernah menjenguk anaknya walaupun sekali saja,” tutur Amaq Sutarman.

Sedangkan, lanjut Kakek, ayah Izwan (Marwan) seorang buruh serabutan yang jarang di rumah. Karena kesibukannya, Marwan terkadang hanya pulang seminggu sekali.

Lebih jauh Amaq Sutarman mengaku sangat prihatin dengan kondisi dan derita yang dialami cucunya itu. Untuk mengobatinya ia telah membawa Izwan ke Puskesmas Rensing bahkan ke RSUD Selong namun tidak membuahkan hasil.

“Saat dibawa ke RSUD Selong, Izwan malah dirujuk ke RSUD Sanglah Dempasar, Bali namun disana kami diminta mengeluarkan uang Rp 10 juta untuk biaya perawatan,” ” tandas Amaq Sutarman.

Karena tidak memiliki uang sebanyak itu, ia pun membawa Izwan pulang dan merawatnya seadanya. Untuk makan sehari-hari ia hanya bisa memberikan lauk seadanya untuk cucu kesayangannya itu.Daging dan makanan berprotein tinggi yang dianjurkan dokter tidak bisa ia penuhi.

“Untuk makan sehari-hari saja kami susah, makanan paling mewah yang kami berikan kepada Izwan hanya tahu dan tempe itu pun kalau ada tetangga yang kasihan,”  tuturnya.

Hal itu pun membuat kondisi cucunya semakin parah. Saat ini ia hanya bisa terbaring di tempat tidur sambil memukuli kepalanya sendiri.

Kebiasaan memukul kepala yang dilakukan Izwan membuat kakek semakin bingung dan miris melihat kondisi cucunya itu.

Karena kasihan, sesekali ia mengajak Izwan bermain dengan teman-teman seusianya dengan cara digendong. Tidak ada sedikit pun kegembiraan yang terpancar di wajah Izwan selain hanya rasa sakit dan penderitaan saja.

Namun demikian, kondisi itu tidak membuat lelaki separobaya itu putus asa, ia yakin suatu saat pasti ada jalan keluar terhadap masalah dan derita yang dialami cucunyaitu.

Sayangnya, ditengah keyakinannya itu hinggaberita ini ditayangkan, uluran tangan Pemerintah Daerah (Pemda) kabupaten Lombok Timur tak kunjung datang. Tidak ada seorang pejabat Pemda mapun Kecamatan yang datang menjenguk dan melihat kondisi penderita gizi buruk itu.

Karenanya, ia berharap kepada pihak-pihak terkait agar bisa peduli dan meringankan penderitaan Izwan.

Mendengar hal itu, Kepala Puskesmas Rensing mengaku tidak mengetahui hal itu, namun ia berjanji akan segera melihat dan mengurus Izwan.

“Kami sudah panggil bagian gizi dan sekarang juga kami akan langsung ke lokasi atau rumah Izwan,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan (Dikes) kabupaten Lombok Timur, dr Utun Supria, M.Kes saat dikonfirmasi di ruang kerjanya, Sabtu (11/10/2014) mengaku terkejut setelah mendapat informasi itu dari wartawan.

“Azwar tidak terdaftar pada Dikes Lombok Timur sebagai penderita Gibur, dan baru kali kami mengetahuinya,” aku Utun.

Selanjutnya, Utun langsung menerjunkan pihak Dikes Lotim menuju rumah Izwan untuk mengecek kondisinya saat ini. Selain itu secara pribadi Utun juga memberikan sumbangan berupa dana kepada Azwar sang penderita Gibur. Dan kini Azwar sedang ditangani oleh pemerintah terkait. (cr-mj)