oleh

Gelar Belajar Tatap Muka, Berikut Kewajiban Sekolah di Tahun Ajaran Baru

banner 300500

Jelang tahun ajaran baru, Dikbud Lotim telah membuat edaran tentang tata cara KBM di masa Pandemi Covid-19. Bagu sekolah yang tidak mentaati edaran itu, maka dipastikan sekolah bersangkutan akan ditutup sesuai aturan yang telah ditentukan.

LOMBOK TIMUR, Corongrakyat.co.id- Sekretaris Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Lombok Timur As’ad menyatakan pihaknya telah memberi peringatan bagi semua sekolah yang bernaung di bawah Dikbud Lotim agar menerapkan Protokol Kesehatan (Prokes) Covid-19 secara ketat selama Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) tatap muka.

“Kita akan tutup sekolah yang tidak mentaati dan menerapkan Prokes Covid-19 sesuai dengan aturan yang berlaku,” katanya, Jum’at (08/07/2021).

Diketahui proses KBM tatap muka Tahun Ajaran 2021/2022 akan dimulai pada Senin (12/07, red), di mana hal itu tertuang dalam Surat Edaran No. 003/2146/DIKBUD.I/2021, di mana dalam edaran itu juga memuat standar penerapan Prokes Covid-19 selama proses KBM berlangsung.

“Harus dipastikan ketersedian tempat cuci tangan, air dan sabun, thermogan berfungsi dengan baik, mengatur jarak minimal 1,5 meter serta melakukan penyemprotan cairan desinfektan di ruang kerja guru dan karyawan,” jelasnya.

Masih kata dia, guna menjamin standar itu berjalan optimal, maka pihaknya, melalui UPTD di setiap kecamatan secara rutin akan melakukan monitoring ke setiap satuan pendidikan yang ada.

“Masa waktu KBM juga diatur, untuk SMP maksimal 3X60 menit, dan untuk tingkat SD, TK dan PAUD maksimalnya 3X35, dengan catatan isi ruang kelas 50 persen dan tidak ada jam istirahat,” ucapnya dan menyatakan jika tidak boleh ada pedagang di sekolah yang menimbulkan kerumunan siswa.

“Bagi orang tua dan wali siswa agar memberikan anak-anak kita bekal dari rumah,” ujarnya.

Selain ketentuan wajib itu, sekolah juga diberikan tugas administratif, yaitu harus memastikannya jika bagi siswa yang mengikuti KBM untuk membawa surat izin dari orang tua atau wali dari siswa, selanjutnya bagi tiap kepala sekolah harus membuat surat pernyataan tertulis yang juga ditandatangani oleh komite sekolah, di mana ditegaskan jika satuan pendidikannya siap untuk menjalani KBM dengan sistem ship (giliran, red).

“Sekolah juga harus membuat Satgas Covid,” tandas dia. (Cr-Pin)

BERITA TERKAIT