Gede Derip tidak Ambil Gaji Jika Jadi Bupati

Paket SURYA Ketika mengadakan acara Istighosah dan zikir di kediaman calon Bupati Lombok Tengah.
Paket SURYA Ketika mengadakan acara Istighosah dan zikir di kediaman calon Bupati Lombok Tengah.

Lombok Tengah, Corong Rakyat – Calon Bupati Lombok Tengah, H. Lalu Suprayatno, SH, MBA, MM berjanji tidak akan mengambil gaji jika terpilih menjadi Bupati pada pemilihan yang akan dilaksanakan pada Rabu, 9 Desember 2015 mendatang.

“Jika saya ditakdirkan untuk menjadi bupati, maka seluruh gaji bupati selama 5 tahun akan saya hibahkan untuk kemaslahatan ummat di Lombok Tengah,” tegas calon Bupati H. Lalu Suprayatno saat istighosah dan doa bersama di kediamannya, Jumat (4/12/2015) malam.

Dalam acara istighosah dan doa bersama yang dihadiri seribu lebih masyarakat pendukung dan simpatisan pasangan Suprayatno – Zainul Aidi atau paket SURYA tersebut, juga dihadiri puluhan tuan guru, tokoh masyarakat, dan unsur pemuda serta relawan pasangan nomor urut 5.

Menurut H. Lalu Suprayatno atau yang biasa dipanggil Gede Derip ini, janji tidak mengambil gaji bupati tersebut tidak hanya diucapkan untuk menarik simpatik masyarakat dan meraup suara terbanyak pada Pilkada mendatang, namun karena prihatin atas kondisi masyarakat Lombok Tengah yang sampai saat ini masih terpuruk.

“Semua yang hadir disini menjadi saksi atas ucapan ini dan disaksikan oleh Allah SWT,” ucap Gede Derip didampingi calon Wakil Bupati Zainul Aidi, SP.

Bagaimana cara mengelola gaji bupati tersebut? Gede Derip yang terkenal cukup lama berkecimpung di dunia birokrasi tersebut menjelaskan, akan membentuk panitia kabupaten yang khusus mengelola dana tersebut dan disalurkan kepada masyarakat yang membutuhkannya, seperti panti asuhan, anak-anak yatim dan panti jompo serta lembaga-lembaga sosial kemasyarakatan lainnya untuk kemaslahatan ummat.

Sementara itu, calon Wakil Bupati Zainul Aidi menjelaskan, dengan segala daya dan kemampuan serta pengalaman yang selama ini akan berusaha menghidupkan potensi-potensi ekonomi kerakyatan yang ada di desa.

Roda-roda perekonomian di pedesaan, kata Zainul Aidi, harus dihidupkan. Salah satunya dengan cara menggerakkan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) yang selama ini terksesan tidak aktif di seluruh desa yang ada di Lombok Tengah.

Demikian pula dengan sektor pertanian dan pariwisata yang dimiliki Kabupaten Lombok Tengah, menurut pria asal Kampung Tiwu Bokah Praya ini, harus dikelola secara maksimal. Hal itu penting mengingat potensi pendapatan dari kedua sektor tersebut cukup besar.

“Selain bisa menggerakkan roda perekonomian masyarakat, juga secara otomatis akan membuka lapangan pekerjaan baru serta mendongkrak Pendapatan Asli Daerah (PAD),” jelas Zainul Aidi yang sebelumnya juga menjabat sebagai Direktur PT Gerbang Emas NTB.(Jdat)