Selain berupaya meningkatkan pengadaan pasilitas pemungutan sampah, Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLH) Lombok Timur menghimbau kepada masyarakat dan semua pihak untuk ikut andil dalam bersinergi menjaga Pencemaran lingkungan. 15/01
LOMBOK TIMUR, Corongrakyat.co.id -Mengingat Salah satu yang berdampak pada lingkungan adalah sampah, kalau di lihat dari prodaknya, boleh dikatakan sampah di perkotaan Lombok Timur mencapai 33 ton perhari, sementara yang bisa di angkut oleh DLH hanya 36 % akibat keterbatasan pasilitas
Insinyur Marhaban selaku kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Lombok Timur menuturkan bahwa setiap tahun tetap ada penambahan pasilitas meski belum sesuai dngan yang diharapkan, dalam arti karena berkaitan dengan faktor anggaran.
” Makanya kami lakukan penambahan pasilitas sedikit demi sedikit, Seperti truk, roda tiga, ini semua demi pelayanan kami kepada masyrakat,”pangkas Marhaban. Rabu 12/01 di ruang kerjanya.
Ia menambahkan hingga saat ini DLHK Lombok Timur baru memliki 20 tong sampah yang di pasang di beberapa titik, inilah nantinya yang akan diperbanyak, sehingga nantinya bisa di tempatkan, di tempat-tempat masyarakat biasa buang sampah.
“kami akui belum maksimal dalam melayani masyrakat akibat keterbatasan yg kami miliki, kadang-kadang tong tempat pembungan sampah itu, kami pindah-pindah tergantung dimana tempat sampah membeludak, aktibat keterbatasan alat yang kami miliki,” Tambahnya
Kadis DLHK juga menghimbau kepada masyarakat agar tidak merusak lingkuangn, salah satunya dengan sampah, mengingat Sampah erat kaitanya dengan dampak kepada lingkungan salah satunya untuk kesehatan dan pencemaran lingkungan.
“Jangan buang sampah di sungai atau tempat igasi, kami meminta agar buanglah sampah pada tempat yang sudah kami sedikan , bahkan hampir di setiap Desa sudah ada tempatnya,” Ujarnya
lebih jauh Marhaban menguraikan bahwa DLH sering melakukan sosialisasi pada masyarkat agar paham dengan dampak dari sampah, dan mengetahui bahwa sampah bukan hanya sesuatu yg tidak berguna tetapi memililiki nilai tambahan, Salah satu contoh, asal masyarakat mau memilah sampah pelastiknya dari hari ke hari, mengingat harga sampah plastik bisa mencapai 2000 perkilo.
“Silahkan sampah-sampah yangg tidak bisa dimanfaatkan agar konfirmasi ke kami dan kami akan angkutkan, Untuk di bawa ke Tempat Pembuangan Ahir (TPA),” katanya
Dalam upaya pencegahan pencemaran lingkungan DLHK juga terus berupaya dalam menciptakan ruang terbuka hijau, dibuktikan dengan hampir setiap saat menanam bunga dan pohon, sebagai antisipasi dari pencemaran lingkungn itu sendiri
Marhaban selaku Kadis berharap, “Agar masyarakat sama-sama peduli dengan daerah, lebih-lebih di Lombok Timur karena Tidak cukup dengan kami di dinas lingkang hidup saja yang harus peduli, apalagi dengan kondisi saat ini sudah menjalng musim hujan, satu yang buang sampah sembarangan, kita semua yang kena dampaknya jika Air meluap,” Tutup Insinyur Marhaban. (Cr-09)

