LOMBOK TIMUR, Corongrakyat.co.id — Musibah angin puting beliung yang menerjang permukiman warga Dusun Kuang Wae, Desa Menceh, Kecamatan Sakra Timur, Kabupaten Lombok Timur, menyisakan duka mendalam bagi warga terdampak. Sebanyak 75 rumah warga dilaporkan mengalami kerusakan, sembilan di antaranya rusak berat dan tidak lagi layak huni.
Bencana tersebut terjadi pada Minggu (11/1/2026) sekitar pukul 13.30 Wita. Angin kencang disertai hujan deras merusak atap rumah, merobohkan bangunan, serta menyebabkan sebagian warga kehilangan tempat tinggal sementara.
Sebagai bentuk kepedulian sosial, Organisasi Kemasyarakatan Keris Sasak turun langsung ke lokasi bencana dengan menyalurkan bantuan paket sembako kepada para korban, Selasa (13/1/2026).
Bantuan tersebut diserahkan langsung oleh Ketua Umum Keris Sasak, Iskandar Zulkarnaen alias Sibang, kepada warga terdampak.
Iskandar menyampaikan bahwa kehadiran Keris Sasak merupakan wujud solidaritas dan tanggung jawab sosial organisasi terhadap masyarakat yang tertimpa musibah. Ia berharap bantuan tersebut dapat meringankan beban warga dalam masa pemulihan pascabencana.
Kepala Desa Menceh, Idrus, menyambut baik bantuan tersebut dan mengapresiasi kepedulian Keris Sasak terhadap warganya. Menurutnya, bantuan dari berbagai pihak sangat dibutuhkan mengingat masih banyak warga yang berupaya memperbaiki rumah mereka secara mandiri.
“Kami sangat berterima kasih atas kepedulian Ormas Keris Sasak. Bantuan ini sangat berarti bagi warga kami yang sedang menghadapi masa sulit,” ujar Idrus.
Salah seorang korban, Sugeng Suriadi, mengaku terharu atas perhatian yang diberikan. Ia mengatakan bantuan tersebut tidak hanya membantu secara materi, tetapi juga memberi semangat bagi warga untuk bangkit dari musibah.
“Terima kasih kepada Ormas Keris Sasak yang telah peduli. Semoga Keris Sasak semakin jaya dan seluruh anggotanya diberikan kesehatan,” ucapnya.
Pantauan di lokasi kegiatan menunjukkan antusiasme warga cukup tinggi. Proses penyerahan bantuan berlangsung tertib dan lancar, dengan pengawalan aparatur desa dan tokoh masyarakat setempat.
Hingga saat ini, warga terdampak masih membutuhkan bantuan lanjutan, terutama untuk perbaikan rumah dan kebutuhan dasar sehari-hari, sembari menunggu penanganan lebih lanjut dari pihak terkait. (CR-Max)




