Polemik Wisata Lombok Timur,HMI MPO Cabang Lombok Timur Desak Bupati Copot Kadis Pariwisata dan Staf Khusus: ‘kami menduga Mereka Biang Keladinya, Copot!’ “

Lombok Timur – Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Lombok Timur mendesak Bupati Lombok Timur untuk segera mencopot Kepala Dinas Pariwisata dan Staf Khusus Pariwisata Lombok Timur. Desakan tersebut muncul akibat kisruh yang dinilai mencederai tata kelola pemerintahan dan mencoreng citra sektor pariwisata daerah.

 

 

Ketua Umum HMI Cabang Lombok Timur, Agamawan Salam, menyampaikan bahwa polemik yang terjadi hari ini di kabupaten Lombok timur tentang beberapa wisata yang bermasalah dalam hal tata kelola dan pengelola telah menimbulkan kegaduhan di ruang publik. Menurutnya, kondisi tersebut menunjukkan lemahnya kepemimpinan dan pengawasan dalam pengelolaan sektor pariwisata dari pemerintah.

 

 

“kami menilai kekisruhan ini tidak bisa dibiarkan berlarut-larut. Bupati Lombok Timur harus segera mengambil langkah tegas dengan mencopot Kadis Pariwisata dan Staf Khusus Pariwisata demi menjaga marwah pemerintahan dan kepercayaan masyarakat.

Karna Kami menduga Mereka lah biang keladinya. copot!,” tegasnya.

 

 

HMI juga menyoroti dampak dari polemik tersebut terhadap perkembangan pariwisata Lombok Timur. Alih-alih fokus pada pengembangan destinasi dan peningkatan ekonomi masyarakat, konflik yang berlarut larut menjadi konsumsi publik justru berpotensi merugikan daerah.

 

 

Lebih lanjut, HMI menegaskan bahwa tuntutan ini merupakan bagian dari fungsi kontrol sosial mahasiswa terhadap jalannya pemerintahan. Mereka meminta agar Bupati Lombok Timur tidak bersikap pasif dan segera melakukan evaluasi menyeluruh terhadap kinerja pejabat terkait.

 

 

“Jika tidak ada langkah konkret dari Bupati, HMI siap menggelar aksi demonstrasi untuk menyampaikan aspirasi ini,” tambahnya.

 

 

HMI berharap Bupati Lombok Timur dapat bersikap objektif dan berani mengambil keputusan demi terciptanya pemerintahan yang bersih, profesional, serta berorientasi pada kepentingan rakyat Lombok Timur.