
Jajaran Pimpinan Daerah Pemuda NW Lotim mengutuk statement Anggota DPRD Prov NTB dari Fraksi Gerindra, H Hamja. Sebagaimana diberitakan disalah satu media online, bernada sentimen dan penghinaan terhadap Maulana Syaikh, Hamja telah melukai hati warga NW dan NTB.
LOMBOK TIMUR, Corongrakyat – Isi statement kader Partai Gerindra pada salah satu media online itu yakni mengaitkan gelar pahlawan dengan politik. Dimana mengatakan bahwa masih banyak tokoh NTB yang lebih layak menyandang gelar pahlawan nasional karena lebih berperan dalam dalam mempertahankan kemerdekaan RI dibandingkan dengan TGKH M Zainuddin Abdul Madjud.
Bahkan dalam statementtnya ia menduga mulusnya pengusulan gelar pahlawan nasional tersebut lantaran ada deal politik untuk kepentingan Pemilu, baik Pilkada serentak 2018 maupun Pilpres 2019.
“Perjuangan maupun pengabdian Almagfurulah Maulanasyikh TGKH M Zainuddin Abdul Majid tidak bisa diukur dan dihitung hanya dengan politik seperti tuduhan Hamja. Ini merupakan sikap penghinaan yang nyata bagi bagi maulana dan warga nahdliyyin pada khususnya dan masyrakat NTB dan Indonesia pada umumnya. Karena Al Magfurulah sudah menjadi aset bangsa ini,” tegas Ketua PD Pemuda NW Lotim, Hasanah Effendi.
Lebih jauh lelaki yang memiliki sapaan akrab Hasfen ini mengatakan, bahwa Pemuda NW NTB mau pun daerah tidak akan tinggal diam dengan ungkapan Hamja yang sudah menghina guru bangsa Maulanasyaikh.
“Tentu kami akan menempuh jalur hukum, karena jelas dan nyata statement itu mengandung unsur hinaan atau ujaran kebencian terhadap ulama dan Pahlawan Nasional, selain itu kami juga meninta saudara Hamja untuk meminta maaf ke publik dalam waktu 2 x 24 jam, baik melalui media cetak dan elektronik,” tegas Hasfen.
Jika tidak, tambahnya pula, maka kami akan membawa persoalan tersebut ke Dewan Kehormatan Dewan NTB ataupun ke jalur hukum karena perbuatan tidak menyenangkan.
Lebih jauh Ketua PD Pemuda NW Lotim ini menandaskan, sikap anggota DPRD NTB dari Fraksi Gerindra ini juga terlihat bernada iri dan dengki melihat putra terbaik masyarakat NTB bisa menjadi Pahlawan Nasional.
Perkataan saudara Hamja harus dipertanggungjawabkan, bayangkan di saat masyarakat NTB secara khusus dan rakyat Indonesia antusias dan bangga adanya muncul pahlawan dari daerah kita, justru Hamja berfikir sempit dan cendrung provokatif dan menghina tokoh NTB yang menjadi Pahlawan Nasional.
Selain itu, ia juga mengancam akan menggedor kantor DPRD provinsi untuk meminta pertanggungjawabannya atas perkataan yang tidak mendidik dan provokatif.
Ia juga meminta Partai Gerindra memberikan sanksi berat bila perlu dipecat dari anggota dewan karena menghina Pahlawan Nasional yang notabene milik Indonesia.
” Tidak pantas seorang anggota dewan yang terhormat menghina gelar Pahlawan Nasional dari NTB sendiri.Ini sangat menyakitkan. Untuk tindakan lain, kami menunggu arahan dari PW Pemuda NW NTB,” pungkasnya pula. (cr-max)

