Masyarakat Desa Tanjung Luar, Kecamatan Keruak terus melestarikan even pacuan kuda yang menjadi warisan leluhur mereka. Saat ini, telah diagendakan latihan rutin setiap pekan, tepatnya setiap hari Kamis di Pantai Tanjuh Dermaga Baru, Desa Tanjung Luar.
LOMBOK TIMUR, Corongrakyat.co.id – Ketua Panitia Pacuan Kuda Desa Tanjung Luar, Rizal berharap even yang digelar itu bisa mendapat perhatian penuh dari pemerintah. Sebab selama ini, dirinya kerap merogoh kocek pribadi, namun ia tidak mempersoalkan hal itu, karena kepuasan batin dan dampak positif dari even itu bagi masyarakat ia sebut jauh lebih penting.
“Saya pribadi tidak mempersoalkan kalau saya harus keluar dana pribadi, bahkan bisa dihitung saya sudah keluar Rp50 juta lebih, tapi yang penting kegiatan ini bisa ramai, itu bukan jadi masalah. Kami tentu sangat berharap pemerintah bisa memperhatikan even ini, agar terus bisa berlangsung dan berkembang,” katanya, Kamis (02/02/2023).
Masih kata dia, selama even latihan pacuan kuda ini berlangsung, masyarakat bisa mendapat nilai tambah, khususnya bagi para pedagang, karena aktivitas ekonomi berjalan dengan begitu geliat dan pendapatan mereka meningkat.
“Pedagang disini sangat bahagia. Setiap Kamis, masyarakat dari berbagai penjuru datang ke tempat kita, dan aktivitas jual beli masyarakat bergeliat,” imbuhnya.
Terkait dengan even ini, Kepala Dinas Pariwisata Lombok Timur, Iswan Rahmadi sangat terpukau dengan aktivitas yang diinisiasi mandiri oleh masyarakat.
Bahkan kata dia, pihaknya akan mengusahakan even ini masuk menjadi bagian dari kalender even pariwisata yang terjadwal setiap tahunnya.
“Even ini sangat luar biasa, kami dari dinas dengan segala keterbatasan, akan mengusahakan even ini bisa masuk ke kalender even tahunan, melengkapi 53 even yang sudah masuk di kalender even kita,” ungkapnya.
Lebih jauh, dijelaskan dia, setidaknya ada 4 indikator yang harus dipenuhi oleh even pacuan kuda ini, agar bisa masuk dan ditetapkan pihaknya dan Badan Promosi Pariwisata Daerah (BPPD) Lombok Timur ke dalam kalender even pariwisata.
“Pertama even ini harus digelar selama 3 tahun berturut-turut, kedua even ini harus dimanajemen secara rapi oleh panitia, ketiga panitia harus berkerjasama dengan insan pers atau media agar even ini dipublikasikan dan keempat even ini terus berkembang dan dikembangkan dengan keterlibatan penuh masyarakat,” ujarnya.
Dirinya juga menegaskan, selain 4 indikator itu, keamanan juga merupakan faktor utama yang harus diperhatikan oleh panitia dan masyarakat. Dari itu ditekankan, panitia harus berkoordinasi dengan pihak keamanan untuk menjamin kondusifitas selama berlangsungnya even.
“Panitia harus berkoordinasi dengan pihak kepolisian. Minimal mengurus izin keramaian, agar kondusifitas dan kenyamanan pengunjung dan peserta terjamin, dan tentunya even yang digelar berjalan lancar. Terlebih lagi even pacuan kuda ini sangat luar biasa, dan akan menjadi destinasi pariwisata yang istimewa bagi Lombok Timur,” tekannya.
Dia juga menyebut, pacuan kuda ini juga merupakan salah satu sport tourism (wisata olahraga, red) yang sangat menarik, karena sport tourism saat ini adalah salah satu segmen pariwisata yang sangat menjanjikan.
“Pacuan kuda ini adalah salah satu sport tourism, tentu ke depan even ini harus dikembangkan dan digelar lebih baik nantinya,” ungkapnya.
Sementara itu, Camat Keruak, Ahmad Subhan mengaku sangat terkesan dengan semangat panitia dan masyarakat Desa Tanjung Luar yang terus menggelar even pacuan kuda secara mandiri.
Dia pun berpesan kepada panitia untuk terus meningkatkan kualitas penyelenggaraan, karena persatuan antara panitia dan masyarakat sangat luar biasa dalam melaksanakan even pacuan kuda yang digelar secara rutin.
“Tentu kami juga berharap panitia terus meningkatkan kualitas penyelenggaraan, kami imbau masyarakat tetap kompak dan menguatkan persatuan yang saat ini sudah terbina, karena kegiatan ini sangat baik untuk pariwisata daerah dan dampak positifnya kepada masyarakat sangat terasa,” tandasnya. (Pin)

