Dinas Dikbud Lotim Imbau Masyarakat Tak Termakan Isu Penculikan Anak

Dinas Dikbud Lombok Timur imbau semua pihak untuk tetap mawas diri dan tidak termakan hoax atas isu penculikan anak yang santer saat ini. Dia pun memastikan, pihaknya akan menindaklanjuti hal ini dalam rapat rutin yang akan dilakukan.

LOMBOK TIMUR Corongrakyat.co.id- Isu penculikan anak baru-baru ini kembali ramai, terlebih lagi Polda NTB juga telah mengeluarkan surat edaran terkait hal itu.

Namun rupanya isu penculikan anak ini bukan pertama kalinya ramai di NTB, bahkan sekitar tahun dua ribuan awal, isu serupa santer terdengar, di saat menjelang tahun-tahun politik seperti saat ini.

“Kita ikuti dulu perkembangannya, karena cerita (penculikan anak) begini tidak sekali dua, dahulu juga pernah ramai, bahkan isunya anak di culik dan dibunuh untuk tumbal,” kata Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Lombok Timur, Izzuddin, Jumat (03/02/2023).

Masih kata dia, kasus seperti ini perlu untuk dilihat lebih jauh dan tidak termakan informasi bohong (hoax, red) utamanya bagi para orang tua dan masyarakat, agar jangan langsung mengambil kesimpulan sendiri

Mengingat, karena berseliwerannya isu hoax ini mengakibatkan ada korban seperti di Bima, bahkan sampai ada yang di amuk masa karena diduga penculik.

“Kasus ini perlu kita ikuti saja perkembangannya, yang pasti, tugas semua menjaga anak-anak kita, tugas keluarga, masyarakat, dan seluruh stakholder harus berperan menjaga anak anak kita, dari berangkat sekolah sampai pulang,” ingatnya.

Lebih jauh, Izzuddin menjelaskan, jika isu seperti ini juga menjadi pengingat bahwa tidak hanya tugas sekolah dalam menjaga dan mendidik anak-anak, namun semua pihak utamanya keluarga dan masyarakat harus ikut terlibat.

“Pastinya masalah keamanan dan kenyamanan, itu memang tugas pendidikan, mengamankan jiwa mereka, membuat jiwa mereka nyaman, itu tugas pendidikan, namun di balik itu ada tanggung jawab kita semua. Dan saya nanti akan tindak lanjuti ini saat rapat dengan Kepala OPD,” tandasnya. (Pin)

BERITA TERKAIT