oleh

Diduga Aniaya Warga, Oknum Stafsus Gubernur Dikepung Massa

banner 300500

Seorang warga diteriaki maling oleh salah satu oknum Stafsus Gubernur NTB, setelah mobil oknum itu diserempet korban. Lantaran diteriaki maling, korban itu pun melarikan diri, hingga akhirnya terhenti dan diduga langsung mendapat penganiyaan dari oknum tersebut.

LOMBOK TIMUR, Corongrakyat.co.id- Seorang oknum Staf Khusus (Stafsus) Gubernur NTB inisial DA yang diketahui merupakan kader salah satu partai yang beralamat di Desa Pringgasela, diduga melakukan tindak kekerasan (penganiyaan, red) terhadap salah seorang warga Desa Pengadangan.

Ditemui di kediamannya, seusai jalani perawatan di Puskesmas Pengadangan, korban atas nama Nasfiah (55) mengaku jika dirinya dikejar oleh pelaku di salah satu ruas jalan di Lenek. Dikatakan oleh korban, ia dikejar oleh DA, lantaran sopir dump truk yang ditumpanginya menyerempet mobil DA, yang mengenai kaca spion sebelah kanan, lalu korban dikejar, sambil diteriaki maling.

“Sopir dump truk yang saya tumpangi serepet mobil dia, mobilnya kena spion. Itu sekitar magrib kejadiannya, lalu kami dikejar, dan kami takut berhenti, karena kami diteriaki maling, sambil dia bunyikan klakson dari depan Pom Bensin Lenek” katanya, Selasa (14/12/2021).

Masih kata dia, jika pun dia berhenti di tempat kejadian, maka dikhawatirkan dirinya akan menerima amukan masa, lantaran sepanjang jalan DA berteriak maling dan ada warga lainnya yang menggunakan sepeda motor ikut mengejar. “Kalau saya berhenti pasti saya akan diamuk massa. Karena dia teriak maling-maling, bajingan sepanjang jalan, makanya kami takut, karena ada warga juga yang ngejar pakai motor,” imbuhnya.

Dikatakan korban, sesampai di depan Puskesmas Pengadangan, sopir dump truk yang ia tumpangi langsung memberhentikan laju kendaraannya, dan langsung melarikan diri, begitu pun dengan dirinya. Namun dia terjatuh dan langsung dihajar oleh DA.

“Saya langsung dipukul, mungkin lebih 6 kali, beberapa pukulan saya tangkis, dan kena muka saya, saya juga sempat diinjak,” jelasnya.

Salah seorang warga yang ada di lokasi perkara mengatakan, yang membuat warga kesal, karena korban diketahui baru sembuh 4 hari dari penyakitnya (muntah darah, red), namun tetap dianiaya oleh DA. Apalagi diketahui, korban melarikan diri karena takut diamuk massa, lantaran diteriaki maling. Terlebih lagi, kekesalan warga semakin menjadi, karena saat melakukan penganiyaan, terdengar DA menyebut dirinya sebagai salah satu orang yang memiliki jabatan strategis.

“Korban ini baru sehat 4 hari sembuh, terus keluar kerja sebagai kernek dump truk. Korban lari juga karena diteriaki maling. Itu yang bikin warga marah, apalagi dia (DA, red) bilang kamu tidak tahu siapa saya, sambil menyebut jabatannya. Mendengar itu, massa semakin marah” jelasnya.

Ditemui di Puskesmas Pengadangan, perawat yang pertama kali merawat korban menjelaskan korban mendatangi puskesmas sekitar Pukul 22:00 Wita. Dijelaskan olehnya, korban mengalami lebam, mengeluhkan sakit pada bagian wajah, bahu, lengan dan tangan. “Kita sudah langsung rawat tadi, ada lebam memang, tapi tidak terlihat jelas, tapi korban mengaku merasakan rasa sakit,” tuturnya.

Diketahui, sesaat setelah melakukan penganiyaan, DA langsung diamankan oleh aparat kepolisian ke Mapolsek Pringgasela guna menghindari amukan massa. Media ini langsung mendatangi Mapolsek Pringgasela, guna meminta keterangan Kapolsek Pringgasela, IPTU Majdi. Pada saat dimintai keterangan, dia mengatakan jika kedua belah pihak sudah berdamai.

“Barusan kedua belah pihak menekan surat perdamaian. Sekarang saya langsung laporan ke Kapolres,” bebernya. (Pin)