Danrem 162/WB Ceramah Wawasan Kebangsaan

 

Danrem 162/ Wirabakti Lalu Irham Srigede dalam salah satu acara beberaapa waktu lalu
Danrem 162/ Wirabakti Lalu Irham Srigede dalam salah satu acara beberaapa waktu lalu

Dompu, Corong Rakyat- Ceramah wawasan kebangsaan kepada Aparatur Pemerintah Daerah dan Tokoh Masyarakat se Kabupaten Dompu oleh Danrem 162/Wira Bhakti (WB) Kolonel Lalu irham srigede yang bertempat di Gedung Samakai Dompu, Kamis lalu (10/2).

Turut hadir mengikuti acara tersebut, Bupati dan diikuti oleh ibu – ibu dari Persit Kartika Candra Kirana Kodim 1614 Dompu, seluruh Muspida serta Sekda, staf Ahli, Asissten, pimpinan SKPD, Camat, Kades, dan lurah se Kabupaten Dompu, serta tokoh pemuda dan tokoh Agama. Dalam acara tersebu Danrem 162/Wirabakti disambut beberapa peragaan adat sebagai simbol masyarakat Dompu menerima dengan ramah kehadiran Danrem 162/WB beserta Istri sebagai tamu sekaligus sebagai keluarga dan warga kehormatan masyarakat Bumi Ngahi Rawi Pahu dan dilanjutkan Tari Wura Bongi Monca yang diperagakan oleh sanggar Ngahi Rawi Pahu.

” Wawasan kebangsaan lahir ketika Bangsa Indonesia berjuang membebaskan diri dari segala bentuk penjajahan. perjuangan bangsa Indonesia yang waktu itu masih bersifat local, ternyata tidak membawa hasil karena belum adanya persatuan dan kesatuan, sedangkan disisi lain kaum penjajah terus menggunakan politik ” devide et impera” (memecah belah), “ jelas Penjabat Bupati DR Muhammad Agus Patria dalam pidato pembukaan acara tersebut.

Kendati demikian, catatan sejarah perlawanan para pahlawan itu telah membuktikan kepada kita tentang semangat perjuangan bangsa Indonesia yang tidak pernah padam dalam usaha mengusir penjajah dari Nusantara, lanjutnya

Penjabat Bupati dompu ini juga melanjutkan, bahwa dalam perkembangan berikutnya, muncul kesadaran bahwa perjuangan yang bersifat Nasional yakni perjuangan yang belandaskan persatuan dan kesatuan dari seluruh bangsa Indonesia akan mempunyai kesatuan nyata. Kesadaran tersebut dapat terwujud dalam bentuk lahirnya pergerakan Budi Utomo pada tanggal 20 mei 1908 yang merupakan tonggak awal sejarah perjuangan bangsa yang bersifat Nasional. Kemudian disusul dengan lahirnya gerakan-gerakan kebangsaan dibidang Politik, ekonomi/perdagangan, pendidikan, kesenian, keagamaan dan Kewanitaan. Tekad perjuangan itu lebih tegas lagi dengan terlaksananya Sumpah Pemuda pada 28 oktober 1928 dengan ikrar “Satu Nusa Satu Bangsa dan menjunjung tinggi bahasa Persatuan Bahasa Indonesia”. “Wawasan kebangsaan tersebut kemudian mencapai tonggak sejarah, bersatu usir penjajah dan memproklamasikan kemerdekaan negara Republik Indonesia pada tanggal 17 agustus 1945 NKRI Harga Mati,”jelas Agus Patria disaat pantauan langsung Corong Rakyat di Gedung Samakai Dompu.

Kita harus menuju Indonesia emas yang mandiri, sejahtera, tidak direcoki 30 tahun kedepan. kedepan tantangan sangat berat, namun potensi menuju ke hal itu sangatlah besar di negara ini.

” Kita memerlukan tekad untuk bersatu didalam diri kita. tanpa menonjolkan ego sektoral kita masing masing dan kita merupakan Negara yang besar dimana lahir dari persamaan perasaan kebangsaan yang besar pula walau kita berbeda, tapi kita satu Indonesia. Negara kita juga memiliki kekayaan alam dengan keaneka ragaman hayati yang didukung dua musim yang dipastikan mampu memberikan tingkat kesejahteraan rakyat yang sangat besar disektor Pertanian, seperti tanaman padi.

“ Indonesia memiliki peluang untuk maju bila dapat diatur dengan baik dan Indonesia memiliki peluang berbagai ancaman, bila kita lengah dalam membangun ekonomi negara kita yang kita cintai ini,”kata Danrem 162/WB Lalu Rudi Irham Srigede, ST, M.Si, ia juga menambahkan, apabila ketahanan nasional hancur, masih ada ketahanan pangan untuk kita andalkan. Apalagi kejadian yang berbau negatif seperti Narkoba, ini yang harus dihindari, karna akan merusak diri kita, bila perlu perangi keberadaannya, karena generasi mudalah yang memegang masa depan bangsa ini NKRI harga Mati,

“bersama rakyat TNI kuat,”ujar Lalu Rudi sembari menutup acara.(BC)