oleh

Dana Pembinaan Partai Gerindra Lotim Dinilai Siluman, Haji Iron Bungkam!

banner 300500

Kader militan Partai Gerindra mempertanyakan kinerja DPC Gerindra Lotim terkait peruntukan dana pembinaan partai yang dinilai siluman.

LOMBOK TIMUR, Corongrakyat.co.id- Salah seorang kader militan Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra), Eko Rahadi mempertanyakan kinerja Ketua DPC Gerindra Lotim, H. Hairul Warisin dalam mengelola dana pembinaan partai sebesar Rp240 juta per tahun, dirinya juga mempertanyakan peruntukan dana tersebut, sebab selama kepemimpinan Hairul Warisin dia menilai tidak ada terobosan yang jelas dalam membesarkan partai berlogo kepala garuda itu di Lotim.

“Semenjak dinahkodai Hairul Warisin dana pembinaan Partai Gerinda menghilang tidak jelas,” katanya, Rabu (08/09/2021).

Masih kata dia, semestinya dana pembinaan yang menjadi hak semua kader diberikan secara transparan dan tidak ditutup-tutupi oleh jajaran pimpinan, namun kini anggaran yang diperkirakan sekitar ratusan juta tersebut masih tidak jelas arahnya. Dari itu sebagai kader militan, ia khawatir partai pemenang pemilu di NTB itu raihan suaranya akan merosot jauh dari capaian Pemilu sebelumnya.

Oleh karenanya Ia meminta pada jajaran pengurus partai untuk segera menyikapi kondisi yang terjadi sebab akan berpengaruh buruk pada konstituen, terlebih lagi menjelang perhelatan Pileg, Pilkada dan Pemilu yang sebentar lagi akan digelar. “Kalau dana pembinaan yang harusnya diterima oleh semua kader tidak diberikan bagaimana partai ini akan menang di Pilkada, dan Pemilu nanti,” ujarnya.

Lebih jauh, dirinya membandingkan kinerja kepengurusan DPC Gerinda Lotim sebelum Hairul Warisin. Dana pembinaan akunya tetap tersalurkan kepada semua jajaran kader partai, tapi kini dana itu tidak jelas dan tidak tahu kemana diperuntukkan.

“Semasa dipimpin Syawaludin dana ini jelas arahnya dan selalu diterima oleh kader tapi setelah berganti dana itu bak siluman,” tutupnya.

Senada apa yang dikatakan Eko, hal sama juga dikatakanKetua Pengurus Anak Cabang (PAC) Partai Gerinda Pringgabaya Faisal, dia mengutarakan dana pembinaan semestinya diperuntukkan bagi kader, tapi sampai sejauh ini belum terealisasi dan terkesan tidak ada, sehingga selaku pimpinan cabang dirinya turut menanyakan persoalan itu.

“Tidak ada realisasi dana pembinaan dari partai terutama bagi PAC,”katanya

Tambah dia, lebih parah lagi perlakuan diterima oleh beberapa Pimpinan PAC, bahkan ada yang dipecat secara sepihak dan tanpa diketahui sebab jelas. Lanjutnya, seharusnya dalam proses pemecatan, pihak DPC melakukannya secara prosedural sesuai yang tertuang dalam AD/ART partai.

“Di dapil 5 saja empat orang itu diganti tanpa permasalahan yang jelas,” bebernya.

Dari itu, ia berharap pada Pengurus DPC agar segera memberikan solusi terkait permasalahan ini dan mengembalikan para PAC yang diganti secara tidak jelas, supaya keberadaannya tidak tergantung. Tentunya dengan melakukan koordinasi dan mengumpulkan para jajaran PAC sehingga tidak terjadi riak-riak di belakang. “Di Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga tidak seperti itu,” tutupnya.

Sampai berita ini dinaikkan Ketua DPC Partai Gerindra Lotim, Hairul Warisin ketika dikonfirmasi melalui aplikasi percakapan terkait pernyataan dari kader partai yang dinahkodainya tidak memberikan tanggapan. (Pin)