Salah satu Dusun di Kabupaten Lombok Tengah menutup akses keluar masuk atau ‘lockdown’. Hal itu dilakukan untuk memutus rantai penyebaran pandemic Virus Corona (Covid-19).
LOMBOK TENGAH, Corongrakyat.co.id- Dusun Selanglet Desa Penujak yang berada di lingkar Bandara Internasional Zainuddin Abdul Majid (BIZAM) ditutup akses keluar masuknya. Keputusan itu diambil setelah kepala dusun menemukan kata sepakat dengan tokoh masyarakat, tokoh agama dan tokoh pemuda setempat guna memutus rantai penyebaran pandemi Covid-19, terhitung sejak tanggal 28 Maret yang lalu.
“Hal ini kami lakukan agar Virus Corona (Covid-19) yang belakangan meresahkan masyarakat tidak masuk demi keselamatan dan kesehatan masyarakat,” tegas Kepala Dusun Selanglet, Misbah, S.Pd., saat dimintai keterangan oleh media ini, Senin (30/03/2020).
Adapun beberapa point aturan yang telah disepakati adalah, memberlakukan ‘lockdown’ total untuk Dusun Selanglet mulai tanggal 28 Maret sampai batas waktu yang tidak ditentukan (kondisional). Menutup akses masuk dan keluar dengan menggunakan portal dan menyediakan peralatan cuci tangan menggunakan sabun (hand soap) dimasing-masing post (utara dan barat). Menaruh tempat cuci tangan dengan menggunakan sabun di tiap-tiap jalan masuk gang termasuk di depan Masjid.
Selanjutnya, bagi masyarakat agar tidak bertamu dan menerima tamu tanpa ada pengecualian. Melaporkan kepada Kepala Dusun apabila ada keluarga yang pulang dari luar daerah atau luar negeri. Kemudian menganjurkan masyarakat agar gemar mencuci tangan ketika selesai dan akan mulai beraktifitas dengan menggunakan sabun cuci tangan. Menganjurkan para pedagang dalam kampung untuk menyediakan tempat cuci tangan di masing-masing kios sesuai prosedur pencegahan Covid-19.
Untuk sementara waktu tidak melakukan perkumpulan dan bagi semua kelompok hiziban, dianjurkan untuk membaca hizib di rumah masing-masing bersama keluarga sampai kondisi aman dan stabil.
Terkait jadwal jaga, di tetapkan 3 orang dengan 3 shift. Shift pertama mulai pukul 07.30 sampai pukul 12.00, shift kedua pukul 12.00 sampai pukul 18.30 dan shift ketiga dimulai pukul 18.30 sampai pukul 24.00.
“Setiap warga yang pulang dari manapun wajib mencuci tangan dengan sabun yang sudah di sediakan lalu di semprotkan disekfektan pada bagian kendaraan sesuai aturan yang telah di buat dan di sepakati bersama. Kemudian bagi petugas jaga untuk tidak memberikan pedagang jenis apapun masuk demi menjaga kemungkinan mereka membawa Virus Corona masuk ke dusun,” tegas Misbah.
Masyarakat yang baru pulang dari luar daerah lanjut Misbah, lansung ke Puskesmas Penujak untuk di lakukan pemeriksaan dan jika di bolehkan pulang maka yang bersangkutan tidak boleh keluar rumah dan melakukan isolasi mandiri selama 14 hari, karena saat ini Desa Penujak belum mempunyai lokasi untuk karantina.
Tokoh pemuda Dusun Selanglet, Muhsan, S.H., dalam keterangannya menyampaikan dukungan penuh terhadap hasil keputusan tersebut dan berharap Pandemi Covid-19 segera berakhir.
“Mudahan-mudahan ini dapat dijadikan sebagai contoh yang baik oleh kampung sekitar dan segera melakukan hal yang serupa sebelum ada masyarakat terkena Covid-19 ini,” harap Muhsan.
Lebih jauh ia juga mengatakan bahwa remaja juga melakukan penyemprotan disinfektan setiap 3 hari sekali di seluruh rumah warga dan rumah ibadah.
“Hal ini dilakukan sebagai bentuk kekompakan dalam bermasyarakat demi keselamatan bersama,” pungkasnya. (Cr-07)






