BLKI Difokuskan Sebagai BLK Pariwisata

Direktur operasional BLKI H.Sirman M.Ap
Direktur operasional BLKI H.Sirman M.Ap

BLKI (Balai Latihan Kerja Internasional) yang berada di Lenek Lombok Timur, keberadaanya belum banyak yang tahu, apa fungsi dari BLKI tersebut masih menjadi tanda tanya besar bagi masyarakat Lombok Timur Khususnya.

Lombok Timur, corongrakyat.co.id – BLKI saat ini di targetkan oleh mitra kerjanya dalam satu tahun bisa mencetak tenaga terampil , khususnya untuk pariwisata yang akan di tempatkan di kapal pesiar “Royal Caribian” sebanyak 5000 orang, tetapi pihak BLKI yang berada di wilayah Kabupaten Lombok Timur tidak mampu untuk memenuhi target tersebut, karena masih kurangnya pendaftar yang pandai berbahasa Inggris aktif. Hal tersebut di katakan Koordinator oprasional BLKI yang berada di desa Lenek H. Sirman M.Ap pada corongrakyat.co.id.(Selasa,03/02/2015).

Untuk saat ini BLKI sudah membuka pendaftaran bagi siapa saja yang berminat bekerja di kapal pesiar “Royal Caribian”, untuk tahap pertama menurut Sirman akan didik sebanyak 150 orang, pendidikan tersebut selama tiga bulan, setelah pendidikan di BLKI dan dinyatakan lulus maka secara otomatis mereka langsung bekerja di kapal pesiar tersebut.

“ Asrama BLKI tahun ini hanya bisa mendidik peserta pelatihan sebanyak 1000 peserta , nantinya di mulai bulan maret, serta tiap tiga bulan mendidik peserta sebanyak 150 orang peserta, untuk itu masyarakat sekitar besar peluang bekerja di kapal pesiar ini , jangan kita nantinya hanya menjadi penonton” jelas Sirman.

Adapun syarat-syarat pendaftaran agar di terima menjadi peserta didik di BLKI adalah pandai berbahasa Inggris dan berusia 20 – 30 tahun, baik laki-laki dan perempuan. Sirman juga menuturkan dari beberapa peserta yang telah mengikuti wawancara, mereka gagal di karenakan tidak menguasai bahasa Inggris, tetapi masyarakat tidak perlu cemas, karena masih ada kesempatan-kesempatan yang akan datang.

BLKI yang baru memilki dua PNS dan 10 orang tenaga honor , saat ini mengharapkan kepada pemuda-pemuda yang kurang mampu untuk melanjutkan pendidikan mereka kejenjang yang lebih tinggi, tetapi bisa berbahasa Inggris agar segera mendaftarkan diri mereka untuk didik menjadi tenaga frofesional di bidang pariwisata khususnya kapal pesiar. Untuk itu H Sirman menghimbau kepada kepala-kepala sekolah SMA atau SMK agar mendidik siswa mereka berbahasa Inggris.

“Seandainya saat ini yang lulus dan bisa berbahasa Inggris sebanyak 20 persen, maka kedepan lulusan SMA dan SMK bisa meluluskan 80 persen bisa berbahasa Inggris aktif. Ini menjadi PR kita kedepan sebagai pendidik,” ujar mantan orang Dinas Dikpora Lotim ini.(cr-jhon)

 

 

 

 

2 komentar

Komentar ditutup.