oleh

Berikut Aspirasi Forum Anak dalam Peringatan Hari Anak di Lotim

banner 300500

Hari anak diperingati sederhana di Lotim, dalam peringatan itu Forum Anak Lotim menyampaikan lima aspirasi, di mana intinya diharapkan Pemda berperan aktif dalam memenuhi semua hak-hak anak di Lotim.

LOMBOK TIMUR, Corongrakyat.co.id- Peringatan Hari Anak di Lombok Timur dilaksanakan sederhana, dengan mengangkat tema “Masa Depan Anak Generasi Pelopor Harapan Bangsa”. Dalam sambutannya, Sekretaris Daerah Lotim, Drs HM. Juaini Taofik menyampaikan beberapa hak anak yang harus dipenuhi berdasarkan Konvensi Hak Anak Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), salah satunya adalah hak anak untuk bermain dan mengembangkan kreativitasnya.

Dikatakan Taofik, saat ini ada beberapa hal yang menjadi persoalan hak anak di Lotim. Salah satunya adalah tingginya kasus pernikahan dini, yang diakibatkan oleh beberapa permasalahan sosial, semisal kemiskinan dan rendahnya tingkat pendidikan.

“Angka kemiskinan adalah salah satunya, di samping akses pendidikan, kurangnya kualitas layanan dan pendidikan kesehatan reproduksi, terutama untuk remaja perempuan adalah diantara penyebabnya,” tambahnya.

Masih kata Taofik, berdasarkan data persentase pernikahan anak usia dini di Lotim berkisar 3,8 hingga 8 persen, dari itu persoalan yang berdampak langsung terhadap terjadinya kasus itu harus dieleminir, terlebih di masa Pandemi Covid-19.

“Hak-hak anak harus dipenuhi, utamanya untuk pendidikan dan perlindungan, terlebih di masa Pandemi Covid-19 seperti saat ini, di mana anak-anak juga menjadi korban,” ucapnya, dari itu forum anak dinilai sangat tepat untuk memperjuangkan hak-hak anak.

Sementara Itu, Kepala DP3AKB, H. Ahmat menanggapi salah satu suara anak yang dibacakan pada kesempatan tersebut, yaitu terkait pernikahan usia anak.

Terkait itu, dia mengatakan untuk menyelesaikan hal tersebut, Pemda Lotim telah mengesahkan Perda tentang Pencegahan Perkawinan Usia Anak, dari itu sangat penting dilakukan edukasi dan pelibatan orang tua dalam hal itu.

“Anak-anak dalam pengayoman orang-orang dewasa harus memperhatikan kondisi mental anak,” ujarnya.

Pada kesempatan tersebut Forum Anak Lombok Timur yang merupakan perwakilan berbagai sekolah tersebut menyampaikan Suara Anak Lombok Timur, yakni pemerintah yang berwenang diharap dapat melakukan pemerataan fasilitas sekolah di Lotim, menyediakan fasilitas ramah anak serta pembangunan fasilitas untuk penyandang disabilitas di tempat-tempat umum, Pemda diharap memberi sanksi tegas kepada oknum-oknum yang membenarkan dan mendukung pernikahan usia anak.

Diharapkan juga Pemda aktif terlibat dan berwenang terkait dengan hak sipil dan kependudukan lebih bekerjasama dengan orang tua dalam proses pembuatan dan pentingnya pembuatan akta kelahiran untuk anak-anak, kemudian Pemda juga diharap memfasilitasi anak-anak Lotim terkait pengembangan minat bakat dalam bidang seni, budaya, dan lainnya. (Cr-Pin)

BERITA TERKAIT