Lombok Timur — Keberadaan kendaraan dinas (randis) milik Kepala Desa Lendang Nangka Utara menjadi sorotan publik setelah dilaporkan tidak pernah terlihat dalam beberapa bulan terakhir. Kondisi ini memicu pertanyaan di tengah masyarakat terkait pengelolaan dan penggunaan aset desa.
Upaya konfirmasi telah dilakukan oleh awak media kepada kepala desa yang bersangkutan. Namun hingga saat ini, yang bersangkutan belum memberikan keterangan resmi dan memilih untuk tidak merespons permintaan wawancara. Sikap tersebut semakin menambah tanda tanya di tengah masyarakat.
Sementara itu, salah satu anggota Badan Permusyawaratan Desa (BPD) Lendang Nangka Utara, berinisial HN, membenarkan bahwa kendaraan dinas tersebut sudah lama tidak terlihat. “Kurang lebih sudah empat bulan randis itu tidak pernah terlihat, baik digunakan ke kantor maupun untuk aktivitas sehari-hari,” ungkapnya.
Ketiadaan kendaraan dinas tersebut dinilai menjadi perhatian serius, mengingat randis merupakan aset desa yang seharusnya digunakan untuk menunjang pelayanan kepada masyarakat. Transparansi dalam pengelolaan aset desa menjadi hal yang sangat penting untuk menjaga kepercayaan publik.
Masyarakat berharap pemerintah desa segera memberikan penjelasan terbuka terkait keberadaan dan kondisi kendaraan dinas tersebut. Selain itu, instansi terkait juga diharapkan dapat melakukan penelusuran guna memastikan pengelolaan aset desa berjalan sesuai dengan aturan yang berlaku.
Kasus ini menjadi pengingat pentingnya akuntabilitas dan keterbukaan dalam tata kelola pemerintahan desa. Publik berhak mendapatkan informasi yang jelas, terutama terkait penggunaan fasilitas yang bersumber dari anggaran negara.||Ri CR

