oleh

Ada Benda Terlarang, Mesin X-Ray Lapas llB Selong Telah Rusak 2 Tahun

banner 300500

Setelah dilakukan razia di dalam Lapas llB Selong, ditemukan beberapa benda terlarang oleh petugas internal yang diback-up personel TNI-Polri. Belakangan diketahui, ternyata mesin X-Ray yang merupakan salah satu alat penting sistem kemanan internal telah rusak 2 tahun.

LOMBOK TIMUR, Corongrakyat.co.id- Satuan Kepatuhan Internal Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) IIB Selong berserta jajaran dari TNI-Polri melakukan penggeledahan insidentil (razia, red) pada (06/04). Hal itu dilakukan untuk memastikan keamanan dan ketertiban warga binaan, serta langkah pencegahan masuknya benda terlarang ke dalam Lapas Selong.

Berdasarkan keterangan dari Kepala Lapas llB Selong, Purniawal, Senin (07/04/2021) dalam kegiatan itu ditemukan benda terlarang seperti handphone, korek api, cermin, spek (alat suntik, red) yang tidak memiliki jarum di mana sebagian besar di temukan di bak sampah.

“Saya konfirmasi tidak ada timbangan digital, yang ada korek, handphone, spek dan kaca cermin dan itu pun kami temukan di bak sampah,” katanya.

Khusus untuk alat suntik, terang Purniawal ditemukan di selokan, dan ditengarai merupakan limbah medis, sebab di dalam komplek Lapas llB Selong sendiri terdapat klinik. Sekalipun demikian, dia tidak berani memastikan itu limbah medis klinik, pasalnya kata dia ada kemungkinan benda itu terbawa oleh aliran air selokan dari luar.

“Untuk spek ini juga tidak bisa kami pastikan dia datang dari dalam, karena ada aliran air selokan juga dari luar,” imbuhnya.

Masih katanya, atas temuan benda itu, ia mengakui pihaknya telah melakukan pendalaman. Dari itu dia memastikan benda itu tidak dibuang oleh warga binaan. “Tidak ada indikasi dibuang oleh warga binaan,” terangnya, sembari menyatakan jika selama ini limbah klinik lapas dibuang oleh Dinas LHK Lombok Timur.

“Untuk limbah medis, biasanya kita taruh di depan nanti petugas LHK yang bawa,” ucapnya.

Mesin X-Ray Lapas llB Selong Ternyata Telah Rusak 2 Tahun

Informasi mengejutkan diterima oleh awak media dari Purniawal, pasalnya dengan tegas dia menyatakan jika mesin X-Ray (mesin deteksi dengan sinar, red) yang merupakan alat utama sistem pengamanan di internal Lapas llB Selong ternyata telah rusak sejak 2 tahun yang lalu, di mana sampai saat ini belum ada proses perbaikan.

“Itu alat drooping dari pusat dan sudah rusak 2 tahun,” bebernya singkat.

Atas hal itu diakuinya, pihaknya telah melaporkan kerusakan itu kepada Direktorat Jenderal Pemasyarakatan, Kemenkum dan HAM RI, namun katanya sampai saat ini tidak ada respon. “Dan saya laporkan sejak saya tugas di sini 6 bulan yang lalu,” paparnya.

Lanjut dia, sebagai langkah antisipasi masuknya barang terlarang di lingkungan Lapas, pihaknya terpaksa melakukan pemeriksaan secara manual. “Mengantisipasi itu, kami sediakan petugas Wasrik di depan untuk memeriksa barang, kemudian ada petugas PDO di filter kedua. Setelah itu, kalau ada benda yang masuk juga, kami bukan malaikat,” ungkapnya.

Terkait dengan rusaknya mesin X-Ray itu dia mengaku sedikit tidak hal itu mempengaruhi upaya pihaknya dalam mencapai Wilayah Bebas Korupsi (WBK) dan Wilayah Birokrasi Bersih Melayani (WBBM) yang getol digalakkan oleh lembaga jajaran di bawah Kemenkum dan HAM RI saat ini.

“Tentunya keterbatasan di Lapas seperti rusaknya X-Ray akan berpengaruh, karena alat itu untuk meningkatkan kinerja, karena rusak tidak bisa kami gunakan,” cetusnya. (Cr-Pin)

BERITA TERKAIT