Khairi Patullah:Pembenahan Desa dengan Membangun Sistem

Kepala Desa (Kades) Lenek Baru, Khairi Fatullah A.Md.Pd
Kepala Desa (Kades) Lenek Baru, Khairi Fatullah A.Md.Pd

LOMBOK TIMUR, CR –Kepala Desa (Kades) Lenek Baru kecamatan Aikmel kabupaten Lombok Timur, Khairi Fatullah A.Md.Pd membangun sistem pemerintah desa dengan mengedepankan keterbukaan. Keterbukaan penggunaan anggaran serta  pembagian tanggungjawab dengan kepala dusun desa setempat. Semangat membangun desa dengan keterbukaan kebijakan dilakukan oleh Khairi guna membangun rasa saling percaya antara Kepala Desa dengan aparatur desa lain dibawahnya.

Dengan keterbukaan dan saling mempercayai diyakini akan memudahkan koordinasi dan penyatuan visi pembangunan desa kedepan.

“Saya selaku Kepala pemerintahan ditingkat desa bertindak selaku manager,” ujar khairi saat ditemui Corong Rakyat di ruang kerjanya, Kamis (15/9).

Peran Kepala Dusun dan perangkat desa lainya akan diberdayakan dengan berbagi tanggungjawab.Menurut Khairi seringkali persoalan yang muncul di desa bersumber dari pengelolaan anggaran dan ekskusi anggaran.

Hal ini membuat mantan Kepala Desa Lenek Baru ini melakukan terobosan dengan membuat sistem yang belum dilakukan didesa lain di Lombok Timur maupun NTB.

Tahun 2017, masing-masing dusun di Desa Lenek Baru akan memilki fasilitas publik berupa Kantor Kepala Dusun (Kadus).Kantor Kadus ini nantinya akan berfungsi sebagai balai dusun.

“Kegitan posyandu,pembagian raskin dan pertemuan warga akan dilakukan di Balai Dusun,”terangnya.

Kedepan, dengan tersediannya kantor Kadus ini akan menghilangkan persoalan seperti kecurigaan masyarakat akan kecurangan pembagian raskin yang dilakuan oleh Kadus karena penerimaan raskin dilakukan di rumah Kadus.

Pemerintah desa Lenek Baru secara swadaya membebaskan lahan seluas dua are dimasing-masing dusun yang ada di desa Lenek Baru.Begitu juga dengan anggaran pembangunan kantor dusun ini nantinya akan melibatkan masyarakat.

“Nantinya hanya desa Lenek Baru yang memiliki kantor Kadus,”teranya.

Begitu juga dengan eksuksi anggaran desa, baik yang bersumber dari alokasi dana desa (ADD) maupun anggaran lainnya,kepala dusun diberikan wewenang untuk mengekskusi anggaran tersebut.

“Kadus nanti harus membuat proposal tahunan untuk kegiatan masing-masing dusun,dan yang bertanggungjawab nanti kadus itu sendiri,”papar Ketua Ikatan Kepala Desa(IKADA) Kecamatan Aikmel ini .

Pemerintah desa nantinya hanya mengerjakan hal yang bersifat admistrasi. “Jika ada pemerikasaan dari inspektorat,akan kami langsung arahkan ke masing-masing,”ucapnya.

Kebijakan ini juga untuk menghindari adanya tudingan miring terhadap pemerintah desa dari warga.

Pembenahan sistem dan kebijakan pemerintah desa ini menurut Khairi sebagai bentuk proses menuju desa yang besar dan maju dari berbagai sisi.Menjadi salah satu desa baru di Lombok Timur tidak menjadi beban moral bagi Khari dalam mambangun desanya.

Dengan dibangunnya jalan satelit dari desa Korleko menuju Sordang oleh pemerintah daerah Lombok Timur dianggap peluang oleh Kepala Desa.

“Peluang ini harus ditangkap dengan melakukan pembenahan dan penigkatan fasilitas desa,”paparnya.

Jika selama ini desa Lenek Baru dikenal sebagai masyarakat yang menggantungkan hidupnya dari hasil pertanian.Dengan adanya jalan satelit ini penggerak ekonomi desa Lenek Baru adalah dari adanya pusat perdagangan di Lombok Timur bagian utara.

Selain itu, program lainnya adalah pembangunan pusat perbelanjaan   skala menengah. Dan kini pemerintah desa Lenek Baru sudah menyiapkan lahan untuk mebangun pusat perbelanjaan dimaksud.

“Nantinya warga akan kami siapkan tempat berjulan dan terpusat disatu titik,”tarngnya.Adanya jalan satelit ini akan memberikan multi efek eknomi kepada masyarakat sekitar.

Efek langsung yang diterima warga desa Lenek Baru dengan adanya proyek jalan satelit ini adalah besaran ganti rugi yang diterima dari pemerintah.Proyek pembangunan jalan satelit ini mengakibatkan setidaknya 316 rumah tinggal warga tergusur dengan dana pembebasan yang diterima warga Rp 10 miliar.

Dengan besarnya jumlah uang yang masuk ke desa Lenek Baru ini secara langsung memberikan keuntungan ekonomi.Dengan dana pembebasan lahan ini warga desa Lenek baru bisa memiliki modal usaha atau membeli lahan pertanian baru.

Selain jalan Satelit yang kini sedang berjalan,pemerintah daerah juga akan membangun jembatan layang sepanjang 5 kilo meter yang akan menghubungkan desa Lenek Baru dengan Bagek Payung.Dengan pembangunan jembatan layang ini akan memudahkan mobilisasi baik dari arah kecamatan Aikmel dan Selong.

“Bupati menginginkan Lenek Baru jadi pusat ekonomi di Lombok Timur selain Pancor dan Masbagik,”beber Khairi.

Saat ini pemerintah desa mengaku sudah melakukan upaya persiapan menjadi salah satu pusat ekonomi di Lombok Timur dengan menguatkan lembaga yang berada di bawah koordinasi desa.Lembaga Bumdes Lenek Lauq digelontori dana Rp.100.000.000 untuk kegiatan usaha peternakan dan hasil pertanian.

“Kami dari pemerintah desa harus melindungi petani kami dari permainan harga para tengkulak dengan adanya Bumdes ini,” tegasnya.

Dikatakan, nantinya Bumdes ini akan membeli hasil pertanian warga saat hasil melimpah dengan harga standar.Sebab selama ini jika hasil pertanian melimpah justru harga menurun dan ini dianggap Khairi sangat merugikan warganya sebagi petani.(cr-mil*)