Kasus Kekerasan Anak Meningkat

Dewan Pembina LPA Kota Mataram, Nyayu Ernawati
Dewan Pembina LPA Kota Mataram, Nyayu Ernawati

MATARAM, Corong Rakyat – Kasus Kekerasan terhadap anak terus menjadi perhatian berbagai elemen masyarakat, termasuk Lembaga Perlindungan Anak (LPA) Kota Mataram.

Bagaimana tidak, kekerasan terhadap anak terus meningkat dan terjadi dikalangan masyarakat terutama Kota Mataram.

Dewan Pembina LPA Kota Mataram, Nyayu Ernawati, pada Corong Rakyat, Rabu (7/9) mengungkapkan, selama ini banyak kasus kekerasan terhadap anak masih sering terjadi di Kota Mataram, seperti pelecehan seksual,kabur dari rumah, pencurian,pembuangan bayi dan lainnya.

“Sampai bulan September 2016 ini sudah 27 kasus yang dilaporkan masyarakat dan ditangani LPA Kota Mataram yang berkaitan dengan kekerasan terhadap anak,kasus ini bertambah bila dibandingkan dengan tahun 2015 yang hanya 26 kasus,” ungkap Nyayu Ernawati.

Lebih jauh politisi PDIP ini mengatakan, ada beberapa upaya yang terus dilakukan LPA Kota Mataram dalam menekan tingkat kekerasan terhadap anak, diantaranya melakukan sosialisasi secara terus-menerus ke lingkungan-lingkungan, sekolah-sekolah dan lain sebagainya untuk memberikan pemahaman bagaimana cara melindungi anak.

“Selain itu kami juga menyediakan hotline 24 jam yang bisa dihubungi apabila ditemukan peristiwa kekerasan terhadap anak dan memaksimalkan mobil Sahabat Anak yang dihibahkan Pemerintah Kota Mataram yang bisa digunakan untuk menjemput anak-anak yang membutuhkan bantuan untuk mendapatkan haknya disegala bidang seperti kesehatan,pendidikan dan lainnya.

Terkait dengan penegakan hukum kekerasan terhadap anak yang masih dirasa lemah, pihak LPA Kota Mataram meminta kepada DPR RI untuk segera membahas dan mengesahkan perundang-undangan tentang kekerasan terhadap anak.

Diharapkannya, semua element masyarakat untuk selalu melindungi dan menjaga anak-anak dari tindak kekerasan, seperti menjaga dan melindungi anak-anak mereka sendiri sesuai dengan motto LPA Kota Mataram “semua anak itu anak kita”.(cr-dani)