Mahmud Siap Atasi Kelangkaan Air Bersih Warga Lenek Daye

Mahmud, Mantan Kepala Desa Lenek Daye
Mahmud, Mantan Kepala Desa Lenek Daye

LOMBOK TIMUR, Corong Rakyat – Mahmud, mantan Kepala Desa Lenek Daye akan membangun  sumur bor di masing masing dusun di wilayah kerja Lenek Daye. Keberadaan sumur bor ini dikatakan sangat dibutuhkan oleh warga Lenek Daye saat ini. Hampir sepanjang tahun Desa Lenek Daye ini selalu terkena dampak musim kemarau. Letak georafis desa Lenek Daye yang berada di dataran tinggi mengakibatkan warga seteempat selalu kesulitan sarana air bersih.

Pemerintah desa setempat sudah sudah menggunakan berbagai cara untuk mengatasi kesulitan warga ini namun tetap saja belum teratasi.

Mahmud, Mantan Kepala Desa Lenek Daye menuturkan, selama dirinya menjabat sebagai Keala Desa sudah berupaya untuk memenuhi kebutuhan air bersih masyarakatnya.

“Usaha memasangkan pipa dari  sumber mata air terdekat tidak bisa memeberikan hasil maksimal. Sebab, lokasi tempat pemasangan pipa itu cukup berat medannya dan sumber air bukan mata air, namun rembesan,”jelas Mahmud.

Kendala ketiadaan sumber air bersih tersebut membuat dirinya menganggarkan pengadaan sumur bor di RAPBDes tahun 2016. Namun karena dirinya harus mengundurkan diri akibat habis masa jabatan, pengadaan bor tersebut hilang dari mata anggaran.

Mengenai penyebab hilangnya anggaran pembanguunan bor air bersih tersebut, lelaki kelahiran tahun 1968 tersebut mengaku tidak tahu menahu. Penganggaran sumur bor ini menurut Mahmud sudah jauh-jauh sebelumnya direncanakan.

Hilangnya anggaran pengadaan bor untuk masing-masing dusun ini menimbulkan kekecewaan bagi dirinya secara pribadi.

“Seharunya saat ini pengerjaan sumur bor itu sudah bisa dinikmati warga,”sesal lelaki yang juga pernah menjadi Kepala Dusun  ini.

Kini warga Lenek Daye berusah mencukupi kebutuhan air bersihnya dengan mengambil air dari Loang Gali desa Ramban Biak yang jaraknya 3 kilo meter.

Kondisi warga Lenek Daye yang kesulitan air bersih ini membuat Mahmud bertekad untuk kembali mencalonkan diri sebagai Kepala Desa Lenek Daye.

Menurutnya, kondisi Lenek Daye saat ini akan terus berbenah. Sebagai desa baru, Lenek Daye mengalami perkembangan yang cukup baik. Infrastruktur dasar bagi warga sudah terbangun sejak dipimpinnya, jalan penguhung antar kampung di Lenek Daye sudah tersambung dengan baik. Begitu juga jalan yang menghubungkan dengan desa tetangga sudah dibuka dan memudahkan warga melakukan intraksi terutama guna kemudahan transportasi.

”Sebelum mekar harga hasil kebun warga sangat murah, namun kini dengan terbukanya akses jalan ini harga cukup tinggi dan ini berdampak pada penghasilan masyarakat,” terang Muslihun, salah seorang warga setempat.

Pemabangunan fisik lainnya yang sudah dilakukan oleh pemerintah desa Lenek Daye semasa dipimpin oleh Mahmud adalah penyediaan perumahan layak huni warganya. Selain menganggarkan dari dana desa, Mahmud juga menjemput dana dari pemerintah Provinsi, dan hasilnya 30 unit rumah warga kurang mampu akan dibangun tahun 2017 mendatang.

Sementara, akibat terabatasnya anggaran yang dikelola oleh pemerintah desa Lenek Daye untuk rumah warga kurang mampu, desa memabngun 10 unit.

Dari 200 rumah warga yang terdata kurang layak huni, kini tersisa 160 rumah. Jika Masyarakat Lenek Daye memberikan amanah kembali Mahmud meyakini sisa rumah warga kurang mampu akan berhasil direhab.

Pemberdayaan masyarakat juga tidak luput dari perhatian Mahmud, untuk membantu warga melakukan upaya kemandirian ekonomi, dirinya selaku Kepala Desa menggelontorkan dana 30 juta. Dana tersebut diberikan kepada warga yang memiliki keterampilan atau usaha dan terkendala permodalan.

”Dana tersebut bergulir dan berhasil menekan jumlah pedagang kecil yang bergantung kepada rentenir berkedok koprasi,”ungkapnya.

Dan untuk badan usaha milik desa (Bumdes), dirinya akan menganggarkan dua kali lipat tahun berikutnya setelah terpilih kembali.

Selain itu, untuk menekan angka kematian saat melahirkan dan kesehatan ibu hamil, Pemdes Lenek Daye memberikan perhatian yang cukup. Untuk kader Posyandu di masing-masing dusun diberikan insentif Rp 100 dan pengadaan makanan tambahan untuk bayi.

Desa Lenek Daye memiliki potensi peternakan yang cukup menjanjikan, peternakan unggas dilihat oleh sang mantan Kepala Desa sebagai peluang yang cukup bagus.

“Peternakan itik di wilyah ini cukup menjanjikan, sehingga di Lenek Daye ini terdapat kampung ungags,”terangnya.

Kampung unggas ini merupakan program desa bekerjasama dengan pemerintah daerah. Di kampung tersebut semua warganya adalah peternak itik.

“Tingga kami maksimalkan dengan memberikan pelatihan kepada warga tata cara beternak, dan memberikan bantuan modal untuk pemeliharaan,”janjinya.

Dikatakannya pula, kedepan keberadaan Balai Latihan Kerja Internasional (BLKI) yang berlokasi di Lenek Daye akan memberikan manfaat bagi warga sekitar, terutama kemudahan untuk lulusan SMU sederajat yang berasal dari Lenek Daye untuk menadapatkan pelatihan.

“Dengan terampilnya warga akan memudahkan menciptakan lapangan pekerjaan secara mandiri, dengan demikian tentu potensi desa ini bisa dimaksimalkan,” ungkapnya.

Sementara itu, Kepala Polisi Sektor (Kapolsek) Aikmel, IPDA Halidi, sedikit memberikan penilaian dari sisi keamanan, yakni disaat Lenek Daye dipimpin oleh Mahmud, situasi keamanannya cukup kondusif, padahal dulunya sebelum dipimpin oleh Mahmud, wilayah Lenek Daye ini cukup rawan. Faktor keamanan yang rendah ini pula dulunya menghambat kemajuan ekonomi warga.

“Dari catatan kami, tingkat keamanan desa Lenek Daye sangat bagus, dan koordinasi Kepala Desa nya cukup baik,” terang Kapolsek Aikmel. (cr-mil *)