
Dompu,CR – Ruang Kelas Baru (RBK) SMK Negeri 1 Woja Dompu, dalam waktu dekat akan segera difungsikan pada tahun ajaran baru. Bangunan RKB yang sebelumnya dikerjakan mulai bulan November Tahun 2015 sampai Februari 2016 ini, terlihat indah dan sangat kokoh. Kepala SMKN 1 Woja Dompu, Drs Abdul Jabar, kepada CR mengatakan, dulu di SMKN 1 woja ini kekurangan ruangan kelas. Namun setelah adanya RKB baru, akhirnya dapat membantu peningkatan proses kegiatan berlajar mengajar di sekolah ini.
” Insyah allah, dalam waktu dekat tepatnya pada ajaran baru nanti, bangunan RKB baru ini akan ditempati oleh para siswa,” ujar Abdul, saat ditemui diruang kerjanya, Rabu (27/4/2016). Sebelumnya pekerjaan 2 RKB baru ini, dibiayai dengan anggaran sebesar Rp.309.000.000, dengan luas 8 x 9 Per-ruangan.
” Kemarin Dirjen Pendidikan Nasional datang langsung ke sekolah ini. Kedatangan beliu untuk melihat secara langsung pekerjaan RKB ini mulai dari pelaksanaan sampai pelaporan,” jelasnya.
Apa kendala yang dihadapi dalam pembangunan RKB kemarin…? Abdul mengaku, kendala itu dirasakan setelah dilakukan kroscek antara MoU dan RAB. Dimana dalam hal itu terdapat beberapa item yang tidak terkafer dalam dana tersebut.
“ Seharusnya dalam kontrak itu, 2 RKB harus lengkap dengan meubelair. Mengingat anggaran tidak mencukupi untuk memenuhi semua item itu, akhirnya kami terpaksa menggunakan dana komite yang bersumber dari beasiswa milik siswa di sekolah ini,” terangnya.
Alhamdulillah lanjut dia, dari dana komite yang terkumpul bisa memenuhi meubelair untuk kebutuhan dua RKB baru tersebut.
” Dari keihlasan para siswa (orang tua siswa, red), dana komite yang terkumpul sebanyak Rp.19.500.000,” tuturnya.
Diakuinya, selama ini pembangunan fasilitas dan hal lainya yang ada di SMKN I Woja bisa dilaksanakan juiga berkat adanya uang komite. Dengan jujur dikatakannya bahwa para siswa di sekolah SMKN I Woja tidak hanya menutut ilmu. Akan tetapi mereka juga ikut memberikan konrtribusi untuk sekolah ini, kata Abdul. Terlepas dari hal itu, Abdul berharap kepada Pemerintah Pusat, Propinsi NTB dan daerah untuk tetap memperhatikan apa kekurangan yang ada di sekolah ini. Sebab kata dia, tanpa adanya bantuan dari pemerintah, pembangunan di sekolah ini tidak akan berjalan dengan sukses.
“ Jujur saja, di sekolah ini masih kurang ruangan praktek siswa, terutama sarana dan prasarana berupa alat serta bahan praktek. Semoga kedepan sekolah ini kembali mendapat bantuan,” tuturnya.(BC)

