Mabes Polri Sosialisasikan Bahaya Paham Radikalisme

Paham radikal yang terus berkembang di beberapa negara saat ini, terutama Indonesia bisa dikategorikan sangat membahayakan dan sudah pada level darurat, paham radikalisme seperti halnya ISIS. Hal ini membuat semua elemen dan unsur masyarakat, organisasi baik kepemudaan maupun pergerakan serta lembaga atau instansi struktural terus mensosialisasikan gerakan bersama membrantas yang namanya paham kekerasan yang mengatasnamakan jihad dijalan Allah, namun hal sebaliknya sebenarnya terjadi yakni kecaman, kemurkaan dan hinaan atas tindakan yang dilakukan oleh aktor penganut paham radikal tersebut dalam melakukan aksi jihad dibeberapa tempat dibelahan dunia.

Hadir dalam
Sosialisasi radikalisme oleh Mabes Polri di hadiri berbagai unsur di Loteng

Lombok Tengah,CR- Hal ini yang kemudian mendasari terselenggaranya sosialisasi dan penyatuan aksi dalam menghadapi, mengantisipasi serta mencegah masuknya paham radikal  ini di Lombok Tengah.

Melalui Organisasi kepemudaan seperti KNPI  kemudian pihak terkait seperti POLRI, Bakesbagpoldagri, FKDM, MUI melakukan sosialisasi dan penyatuan tekad untuk langkah lebih lanjut menyikapi maraknya aksi radikal atau aksi teror saat ini. Kamis , (14/04/2016) di sekretariat KNPI Lombok tengah.

Pada sambutanya ketua KNPI L.M.HIZZI S.Pd menyatakan pemerintah harus mempunyai aksi maupun solusi jitu dalam membumihanguskan paham ini dan bersama-sama menjadi garda terdepan dan juga KNPI sendiri siap sebagai mitra pemerintah untuk membentuk gerakan bersama dalam hal penanggulangan paham radikal yang semakin berkembang  subur di bumi pertiwi ini.

Indonesia dijadikan sebagai salah satu sasaran penyebaran paham ini karna Indonesia merupakan negara yang penduduknya mayoritas Muslim dan sangat mudah mengembangkan ideologi yang mereka pahami sebagai ideologi keislaman, tidak tanggung-tanggung mereka melakukan dengan paham garis keras ini yang kemudian disebut paham radikalisme seperti ISIS.
Harapannya juga ditujukan kepada pemuda saat ini, terutama pemuda Lombok Tengah agar jangan sekali-kali terpengaruh dengan rayuan janji-janji manis para pelaku radikalisme, karna sesungguhnya Islam itu cinta damai.

“Jika saat ini ada sekelompok orang mengaku Islam dengan menganut Islam jihad dengan kekerasan, maka itu jelas ajaran yang sesat dan menyesatkan dan untuk kita generasi muda, mari kita menjadi garda terdepan untuk membrantas praktek-praktek paham radikalisme ini,”ajaknya dengan penuh semangat.

Himbauan senada juga di sampaikan oleh H. Muhammad pada sambutanya mewakili kepala  Bakesbangpoldagri untuk bagaimana kita bersama-sama membrantas habis paham radikalisme, karna paham tersebut membahayakan perekonomian bangsa, membahayakan sosial politik negara, membahayakan ideologi negara serta membahayakan generasi muda kita saat ini.
“Ditengah gencarnya negara ini untuk mulai berkembang muncul lagi masalah paham kekerasan yang secara langsung sangat menggrogoti keuangan Negara, karna pendanaan, penangkalan maupun pembrantasan paham ini sangatlah tidak mudah dan murah, jelas membutuhkan dana yang cukup besar,” katanya.

Semua paham Islam yang menganut ideologi kekerasan dalam menyebarkan ajaran serta dakwahnya maka paham tersebut sesat dan jelas haram, lanjut perwakilan dari MUI Lombok Tengah pada sambutan terpisah.

ISIS atau paham radikalisme yang lain tersebut muncul di Indonesia dengan mudah, karna keterbatasan pengetahuan keagamaan yang bersandar pada ideologi pancasila dari saudara kita yang ikut bergabung menjadi pengikut aliran tersebut.
Yang menjadi sasaran perekrutan keanggotaan dari ISIS ini juga sebagian besar dari pemuda, karna pemuda adalah pondasi pembangunan sebuah bangsa. Pemuda sebagai pioner perubahan dan tunjukkan bahwa pemuda bisa menjadi barisan depan dalam menjawab persoalan yang dihadapi bangsa saat ini, terutama persoalan keamanan, harap Ikrom selaku ketua Forum Kewaspadaan Dini Masyarakat (FKDM) Lombok Tengah

Kemudian lanjutnya dalam kehidupan berbangsa saat ini memang sudah banyak kita disuguhkan oleh berbagai macam problema kehidupan yang sangat mudah meluas dan sistemik seperti paham-paham radikalisme ini, karna mereka sangat membenci negara yang aman, negara yang besar , negara yang berdaulat, negara yang memiliki ideologi bangsa yang kuat. namun Ikrom menyakini jika pemuda kita saat ini mau ambil bagian dalam pembrantasan gerakan paham radikalisme ini maka sedikit agak sulit bagi mereka untuk memperluas penyebarannya dan ia juga berjanji untuk menjembatani KNPI ke Pemda agar pemuda kedepan terus dilibatkan dalam setiap kegiatan pemerintah yang berkaitan dengan hajat hidup dan ancaman yang muncul pada pemuda itu sendiri.
Ikrom yang merupakan salah satu pendiri dan mantan Ketua DPD I KNPI NTB ditahun 70 ini menyarankan jika di Badan Kesetuan Bangsa dan Politik Dalam Negeri (Bakesbangpoldagri) memiliki program bela negara maka bisa merekomendasikan pemuda dari KNPI untuk ikut terlibat dalam hal tersebut.

“Silahkan difasilitasi dan dalam waktu dekat juga pihak Bakesbangpoldagri akan mengagendakan pertemuan dengan unsur pimpinan daerah, FKDM, Kepolisian,TNI,dan lain-lain untuk memecahkan permasalahan ini ,”Tambah Ikrom.(Tar)