Lagi, Pelayanan RSUD Kabupaten Lombok Tengah Disoal

Persoalan demi persoalan dikeluhkan di RSUD Praya. Belum genap satu bulan, persoalan terkait pelayanan kembali di keluhkan oleh masyarakat, menginggat rumah sakit sangat rentan dengan keluhan mengenai pelayanan. Hal tersebut terjadi karna tidak sadarnya pihak rumah sakit akan penting dan perlunya memperbaiki sistem pelayanan yang ada sesuai Standar Operasional Prosedur (SOP).

Hearing Gabungan beberapa LSM ke DPRD Loteng yang mempertanyakan Kinerja RSUD Praya
Hearing Gabungan beberapa LSM ke DPRD Loteng yang mempertanyakan Kinerja RSUD Praya

Lombok Tengah, CR- Beberapa jenis persoalan yang pernah mencuat ke publik mengenai pelayanan di RSUD praya yakni mengenai keuangan untuk para pegawai, terkait adanya perbedaan pelayanan masyarakat yang menggunakan BPJS dengan yang tidak, terkait dipihak ketigakannya Satpam, tidak ramahnya pelayanan yang disuguhkan pihak rumah sakit, dan juga seperti kali ini kurangnya kesiapan dan tidak memadainya alat kelengkapan pihak rumah sakit dalam melayani keluhan pasien.

Sehingga terkait dengan pelayanan RSUD ini, Kamis (31/03/2016) pihak LSM  Formapi, Suaka dan Konsorsium LSM menyoal pelayanan yang dilakukan oleh pihak rumah sakit terhadap salah satu pasien atas nama Hj. Rohmah yang meninggal beberapa hari yang lalu akibat tidak tersedianya tabung gas oksigen yang memadai dan pihak rumah sakit beralasan tabung Gas oksigen rusak.

Alasan inilah yang membuat pihak dari Formapi mempersoalkan kembali terkait pelayanan di RSUD Praya dan mereka segera bersurat kepada pimpinan DPRD untuk melakukan hearing dan diselenggarakan , Kamis (31/03/2016) diruang Banmus yang diterima langsung oleh salahsatu pimpinan dewan yakni L.Arif Rahman Hakim SE, Asisten III H.Nursiah dan Kabid keperawatan Dinas Kesehatan .

Dihadapan L Arif yang dalam kesempatan tersebut sendiri dari kalangan Dewan yang menerima hearing, dikarnakan semua anggota dewan sedang menjalankan kunker, Ikhsan Ramdani selaku ketua Formapi  menceritakan kronologis kejadian yang menyebabkan salah satu pasien yang akan berobat di rumah sakit umum Praya menyajikan pelayanan yang tidak layak terjadi hingga pasien meninggal dunia. Terkait dengan habis dan rusaknya tabung yang dimiliki pihak rumah sakit disoal oleh Dani.
Ia menceritakan bahwa seyogyanya pihak rumah sakit harus menyediakan gas oksigen sebanyak 24 buah tabung yang berisi, namun pihak rumah sakit setelah ditelusuri  hanya mengelola 10 tabung dan ironisnya tabung yang sempat diberikan oleh Hj.Rahmah sebelum meninggal adalah bekas tabung yang pernah dipakai oleh pasien yang lain.
” Saya sangat mengharapkan sebenarnya pihak direktur bisa hadir siang ini disini untuk mengklarifikasi serta untuk kita tanya kesiapannya untuk memanager rumah sakit ini, maaf  mereka kayak main-main dengan nyawa ,” sentilnya.
Dilanjutkan oleh Bustomi Taefuri dari LSM Suaka menyatakan bahwa management Rumah Sakit Umum ini sudah salah dan yang harus diganti adalah managernya (direktur, red), karna selama ini tidak bisa merubah manjemen lama ke arah yang lebih baik.

“Mohon maaf bapak yang didepan, pak asisten, pak arif menurut logika saya ini sudah bisa dibilang Mall pratek dan bisa dibawa keranah hukum karna sudah termasuk pidana,”ancamnya.

Terkait dengan beberapa kejanggalan yang terjadi juga disampaikan oleh L. Tajir Sahroni. Pada kesempatan tersebut ia membeberkan beberapa temuan hasil investigasi yang dilakukan oleh Suaka yang dalam waktu dekat akan mempublikasikan hasil temuan tersebut ke public, bahwa ada persoalan mendasar yang terus berlanjut di rumah sakit daerah ini, sehingga memunculkan berbagai macam persoalan belakangan ini, hingga kemudian masyarakat dirugikan seperti pelayanan RSUD sangat jauh lebih buruk dibandingkan pelayanan yang ada di Bodak.
“Terkait dengan pihak rumah sakit yang kekurangan obat-obatan ia menduga hal tersebut terjadi karna ada peredaran obat-obatan dari RSUD ke Rumah sakit Yatofa Bodak yang terjadi terus menerus dan ia meminta kepada pihak eksekutif untuk tugas pengawasannya ditingkatkan,”harapnya.

Menanggapi  beberapa harapan dan tudingan miring yang ditujukan ke pemerintah terkait pengelolaan dan pengawasan tersebut, Asisten III H. Nursiah menyatakan bahwa selama ini Pemda sudah berbuat maksimal terkait persoalan memperbaiki pelayanan,  dia tidak menapikan bahwa beberapa persoalan yang muncul selama ini karna kurangnya kesadaran para pegawai disana akan pentingnya memberikan pelayanan yang super kepada para pasien .

Tekait dengan tabung gas oksigen, Nursiah menceritakan bahwa persoalan sebenarnya karna proyek Gastag (mesin pembuat gas oksigen) ini di ketigakan atau disuplay oleh perusahaan, akan tetapi dalam waktu dekat kita akan melakukan koordinasi agar tidak terjadi hal-hal seperti itu lagi.

“ Sekali lagi mari kita berkerja sama memperbaiki persoalan didaerah ini dengan baik, kerja keras dan saling memperingati,”harapnya.(Tar)