
Lombok Timur, CR– Kendati musim penghujan belum pada intensitas tinggi, gejala Deman Berdarah ( DBD ) di Kabupaten Lombok Timur sudah pada level mengkhawatirkan. Sampai pada musim penghujan saat ini saja, telah memakan korban sebanyak 4 orang.
Kepada Dinas Kesehatan ( Kadikes ) Kabupaten Lombok Timur, Drg. Asrul Sani saat menjadi pembicara pada pembentukan Keluarga Berencana Kecamatan di Lesehan Rirana Sawing Kecamatan Selong kemarin mengatakan saat ini sebanyak 8 kecamatan sudah teridentifikasi terserang penyakit DBD, kendati baru menelan 4 orang korban, namun gejala ini perlu penanganan khusus, baik dari aspek pasien maupun lingkungan korban DBD.
Kadiskes juga menyebutkan, kecamatan yang paling banyak warganya teridentifikasi DBD adalah Kecamatan Sakra dan Kecamatan Keruak.
Dalam hal ini pihak Dikes terus melakukan langkah-langkah persuasif, dengan terus memberikan sosilisasi kepada warga pentingnya menguras bak mandi, mengubur sampah kaleng dan memberikan serbuk jentik nyamuk.
“ Penyakit iDBD sampai saat ini belum ditemukan obatnya, kita hanya bisa melakukan langkah preventif,” jelasnya.
Ia juga mejelasnkan sesungguhnya penyakit DBD ini sangat mudah mencegahnya, kendati sampai saat ini belum ditemukan vaksin untuk mengobati, Kadis juga mengemukakan cara perkembangan nyamuk Aides Aigyfty dimulai dari lingkungan kotor, pada saat hujan berhenti, biasaya jentik ini akan mati, namun ketika hujan tiba, maka jentik nyamuk biasanya akan hidup, oleh karena itu untuk menghindari agar tidak terserang, satu-satunya langkah yang harus dilakukan adalah menjaga kebersihan lingkungan, dan dengan ini akan menghindarkan jentik nyamuk tumbuh dan berkembang.
“ Saya berharap kita semua ikut mensosilisakan agar menjaga lingkugan masing-masing,” jelasnya(one).

