LOMBOK TIMUR — Lembaga Komunitas Literasi dan Diskursus Politik, yang dikenal sebagai Narasi Politik, secara resmi merilis pernyataan sikap dan kajian strategis terkait tata kelola air bersih di Kabupaten Lombok Timur. Dalam rilis persnya, Narasi Politik memberikan apresiasi yang tinggi atas transformasi dan kinerja luar biasa yang ditunjukkan oleh manajemen Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Lombok Timur di bawah kepemimpinan Sopyan Hakim. Namun, seiring dengan peringatan dini dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengenai aktifnya fenomena El Nino 2026 yang berpotensi mencapai level sangat kuat, lembaga ini juga menyodorkan lima rekomendasi taktis demi memperkuat mitigasi krisis air di bumi Patuh Karya.
Apresiasi Atas Lompatan Kinerja dan Digitalisasi PDAM Lombok Timur
Narasi Politik menilai bahwa PDAM Lombok Timur telah berhasil melakukan reformasi internal dan pelayanan publik yang sangat signifikan. Hal ini dibuktikan dengan beberapa indikator objektif yang bersumber dari hasil audit dan survei independen:
Pertama, Kepuasan Publik Tertinggi di Lombok Timur
Berdasarkan hasil survei dari Lembaga Presisi Indonesia yang dipaparkan dalam Focus Group Discussion (FGD) di Selong, PDAM Lombok Timur meraih tingkat kepuasan masyarakat tertinggi mencapai 41 persen di antara seluruh Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) di Lombok Timur. Capaian ini menunjukkan besarnya kepercayaan publik terhadap keandalan layanan air bersih.
Kesehatan Keuangan dan Opini Wajar (WTP)
PDAM Lombok Timur berhasil keluar dari kondisi merugi, berdasarkan audit keuangan per Juni 2026, PDAM Lombok Timur sukses meraih opini Wajar sesuai Standar Akuntansi Keuangan. Selain itu, hasil penilaian dari BPKP Perwakilan NTB terhadap kinerja tahun 2025 menempatkan perusahaan daerah ini dalam Kategori Sehat, sekaligus mengukuhkannya sebagai PDAM terbaik kedua di Nusa Tenggara Barat setelah PDAM Giri Menang.
Pertumbuhan Finansial dan Pelanggan yang Masif
Pendapatan penjualan air PDAM Lombok Timur tumbuh konsisten dari Rp19,4 miliar pada 2023, menjadi Rp21 miliar pada 2024, dan mencapai Rp22,7 miliar pada 2025. Dengan total pendapatan kumulatif (termasuk non-air) sebesar Rp25,3 miliar pada tahun 2025, perusahaan berhasil membukukan laba bersih hingga Rp3,63 miliar. Jumlah pelanggan pun melonjak pesat hingga mencapai 41.389 sambungan rumah pada tahun 2026, bertambah 5.059 sambungan dibandingkan periode sebelumnya.
Transformasi Layanan Digital (EZPAM) dan Kanal Laporan Cepat
Peluncuran aplikasi EZPAM di Play Store sejak Desember 2025 menjadi terobosan digitalisasi yang mempermudah pelanggan dalam mengecek tagihan real-time, membayar rekening, memantau pemakaian, hingga melaporkan gangguan. Kemudahan ini diperkuat oleh pembukaan kanal pengaduan cepat responsif via nomor WhatsApp 0817-5151-511 pada Agustus 2026.
Kerja Sama Internasional dengan Jepang
PDAM Lombok Timur berhasil menggandeng perusahaan Jepang melalui skema hibah dua unit mesin pengolahan air modern berteknologi tinggi desalinasi dan pengolahan air keruh tinggi. Kerja sama yang direncanakan mulai dibangun fisiknya pada pertengahan 2027 ini diproyeksikan memperkuat pasokan air layak konsumsi di wilayah selatan, seperti Keruak yang selama ini rentan terhadap masalah kualitas air.
Ancaman Nyata Bencana Sekunder El Nino 2026
Meskipun capaian pelayanan PDAM Lombok Timur sangat impresif, Narasi Politik mengingatkan bahwa tantangan berat berada di depan mata. Kepala BMKG, Teuku Faisal Fathani, mengonfirmasi bahwa fenomena El Nino 2026 telah aktif pada level kuat dan diprediksi memicu kemarau yang lebih kering dan panjang dengan puncak pada Agustus hingga September 2026. Kekeringan ekstrem ini berpotensi memicu penurunan debit air baku secara drastis, menurunkan higienitas masyarakat, serta memicu bencana sekunder berupa meledaknya wabah penyakit.
Narasi Politik mengapresiasi kesiapsiagaan PDAM Lombok Timur yang telah mengimplementasikan langkah rekayasa teknis sejak Maret 2026, termasuk:
Penerapan sistem pengaturan distribusi air secara ketat pada periode kritis April–September 2026.
Fokus penyesuaian distribusi pada wilayah ujung jaringan melalui pengaturan instalasi reservoar serta sistem buka-tutup valve terjadwal guna menghindari masalah air lock.
Komitmen pemberlakuan sistem distribusi bergilir secara terjadwal apabila debit sumber air turun signifikan (misalnya dari 100 liter per detik menjadi 70 liter per detik).
Penyediaan opsi distribusi darurat menggunakan armada mobil tangki.
5 Rekomendasi Taktis dari “Narasi Politik” untuk Mitigasi Kekeringan
Guna memperkuat ketahanan air Lombok Timur jangka pendek maupun panjang, Narasi Politik menyodorkan lima rekomendasi taktis kolaboratif yang didasarkan pada kajian sosiologis, ekologis, dan manajemen bencana:
1. Kampanyekan dan Fasilitasi Pemanenan Air Hujan Mandiri (Rainwater Harvesting)
Narasi Politik mendesak agar masyarakat tidak hanya bersikap pasrah dan bergantung sepenuhnya pada pasokan pemerintah. Sesuai dengan rekomendasi pakar manajemen bencana Universitas Airlangga (Unair), Aditya Prana Iswara, masyarakat perlu difasilitasi untuk membangun sistem tampungan air mandiri (reservoir skala rumah tangga). Langkah taktis ini dapat dilakukan melalui modifikasi talang atap rumah untuk mengarahkan air hujan melewati proses penyaringan dan sterilisasi sederhana sebelum disimpan dalam tandon bawah (tandon stok darurat). Langkah kecil ini terbukti sangat efektif menciptakan cadangan air mandiri selama musim transisi.
2. Percepat Pengurangan Kehilangan Air Fisik (Non-Revenue Water)
Meskipun kinerja keuangan sehat, PDAM Lombok Timur secara historis pernah mencatat tingkat kehilangan air (NRW) yang cukup tinggi, mencapai 38 persen pada tahun 2020. Narasi Politik menyarankan agar program penggantian water meter pelanggan yang rusak atau tidak terbaca (yang secara historis mencapai lebih dari 1.000 unit) terus diakselerasi. Warga juga didorong untuk secara aktif melapor apabila melihat kebocoran pipa jaringan transmisi atau distribusi melalui kanal laporan cepat WhatsApp 0817-5151-511 agar penanganan dapat diselesaikan di bawah 24 jam.
3. Gulirkan Program Kesiapsiagaan Bencana dan Edukasi Konsumsi Air Ramah Lingkungan
Pemerintah Kabupaten Lombok Timur dan PDAM disarankan menggandeng komunitas lokal untuk melakukan penyuluhan kesiapsiagaan bencana di tingkat desa (mewujudkan budaya siaga bencana). Masyarakat harus diedukasi untuk melakukan green consumption (konsumsi ramah lingkungan) dengan menata kebutuhan air secara bijak dan menghindari over-consumption. Edukasi ini penting agar perubahan iklim dilawan dengan perubahan perilaku kolektif masyarakat dalam menghemat air.
4. Kawal Akselerasi Infrastruktur Kerja Sama Jepang dan Integrasi Pandan Duri
Narasi Politik meminta Pemkab dan PDAM Lombok Timur mengawal ketat tahapan administrasi hibah mesin modern dari Jepang agar pengerjaan fisik pada pertengahan tahun 2027 berjalan tepat waktu. Lokasi pemasangan mesin pengolah air di Bendungan Pandan Duri harus segera dioptimalkan untuk mengintegrasikan potensi pengolahan air baku dengan jaringan distribusi perpipaan yang sudah ada di kawasan Keruak dan sekitarnya. Langkah desalinasi air laut di kawasan pesisir juga harus dipertimbangkan secara matang demi melayani kawasan selatan secara berkelanjutan.
5. Perkuat Sinergitas Lintas Sektoral dan Hapus “Ego Sektoral”
Penanganan bencana tahunan seperti kekeringan sering kali terhambat oleh besarnya ego sektoral dan tata kelola antarlembaga yang tumpang tindih. Narasi Politik mendorong keterpaduan antara kebijakan APBD Pemerintah Kabupaten Lombok Timur (seperti anggaran pembebasan lahan murni untuk menambah debit mata air yang diinisiasi Bupati Haerul Warisin/H. Iron) dengan perencanaan teknis jangka panjang PDAM. Harus ada sinkronisasi berkelanjutan antara dinas pekerjaan umum, pertanian, lingkungan hidup, dan BMKG dalam memanfaatkan data cuaca guna menyusun pola distribusi air yang dinamis.
Siaran pers ini diterbitkan resmi oleh Lembaga Komunitas Literasi dan Diskursus Politik (Narasi Politik) sebagai bentuk kontribusi pemikiran publik demi terwujudnya ketahanan air yang adil, merata, dan berkelanjutan di Kabupaten Lombok Timur.

