Lombok Timur Jadi Daerah Percontohan Uji Coba Digitalisasi Bansos 2026

 

LOMBOK TIMUR – Pemerintah Kabupaten Lombok Timur dipercaya sebagai salah satu dari 41 daerah di Indonesia dalam perluasan uji coba digitalisasi bantuan sosial tahun 2026. Program ini bertujuan memperbaiki sistem pendataan dan penyaluran bansos agar lebih tepat sasaran.

Kegiatan sosialisasi uji coba berlangsung di Ballroom Kantor Bupati Lombok Timur, Rabu (3/6/2026). Acara dibuka Asisten I Setda Lombok Timur, H. Ahyan, dan diikuti unsur pemerintah daerah hingga pemangku kepentingan di tingkat kecamatan, desa, dan kelurahan.

Ahyan menyampaikan, jumlah Keluarga Penerima Manfaat di Lombok Timur untuk program PKH, sembako, dan bansos lainnya mencapai lebih dari 145 ribu keluarga. Namun di lapangan masih ditemukan kendala seperti data belum cepat diperbarui, keterlambatan distribusi, hingga penerima yang dinilai kurang sesuai kriteria.

“Digitalisasi melalui Portal Perlinsos menjadi langkah penting untuk memperkuat tata kelola bansos yang transparan, adil, dan akuntabel,” ujarnya.

Perwakilan Komite Percepatan Transformasi Digital Pemerintah RI, Samuel Prayoga Tampubolon, menjelaskan bahwa sekitar 400 ribu kepala keluarga di Lombok Timur menjadi sasaran pendataan. Sistem baru ini menggunakan verifikasi biometrik untuk mencocokkan wajah pemohon dengan data kependudukan.

Dengan digitalisasi, pemerintah menargetkan tingkat kesalahan sasaran dapat ditekan di bawah 20 persen, dengan target ideal di bawah 10 persen. Hasil uji coba direncanakan menjadi dasar penetapan penerima bansos paling cepat pada Triwulan IV tahun 2026. Selama masa uji coba, mekanisme lama tetap berjalan berdampingan.

Sosialisasi berlangsung dua hari dengan diikuti 349 peserta pada hari pertama dan Training of Trainer bagi 401 agen Perlinsos pada hari kedua. (**)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *