
Lombok Timur – Program unggulan pemerintahan Prabowo-Gibran yaitu Program Makan Bergizi Gratis (MBG) masih mengalami kendala dalam penerapannya. Di Kabupaten Lombok Timur pada tanggal 8 april 2026 yang lalu ditemukan ulat dalam menu sayur yang disajikan oleh dapur SPPG YPIT Dhiaul Fikri yang berlokasi di Desa Pijot. Hal ini di laporkan oleh penerima manfaat yaitu siswa SMP Islam Al-Halim, Kampung Baru, Desa Tanjung Luar, Kecamatan Keruak.
Kejadian tersebut mendapatkan sorotan luas dari media, aktivis dan masyarakat. Salah satunya Pandi Ahmad aktivis muda yang berdomisili di Kecamatan Keruak, Dusun Tambun, turut menyoriti.
Ia sangat menyangkan masih adanya kejadian-kejadian seperti demikian, menurutnya kejadian seperti ini mencoreng cita-cita mulia Presiden Prabowo Subianto.
“Hal ini sangat disayangkan, apalagi kejadian ditemukan adanya ulat dalam menu MBG ada di Kecamatan Keruak tempat lahir saya, kita ketahui bersama negara saat ini sedang memiliki semangat yang luar biasa untuk memperbaiki gizi generasi penerus bangsa,” Kata Pandi.
Lebih lanjut lagi pandi menyampaikan kekecewaannya karena kasus ini terjadi sudah lama namun sampai sejauh ini BGN tidak tahu, menurut Pandi ada indikasi penyuapan.
“Sepertinya ini ada indikasi penyuapan, karena kasus sudah lama tapi BGN gak tahu, menurut saya ada indikasi banyak pengamanan supaya tidak di suspend,” Tutur Pandai.
Terakhir ia mendesak agar BGN segara menutup dapur SPPG YPIT Dhiaul Fikri yang berlokasi di Desa Pijot selaku pihak yang mendistribusikan menu MBG.
“Saya rasa BGN sebaiknya harus segara menutup permanen dapur SPPG YPIT Dhiaul Fikri,” Tegas Pandi.

