ALPA Desak Evaluasi Total Kerja Sama PDAM Lotim–Cleo, Soroti Transparansi dan Kepentingan Publik

Lombok Timur — Aliansi Pemuda dan Aktivis (ALPA) Lombok Timur mendesak agar kerja sama antara PDAM Lombok Timur dengan pihak Cleo segera dikaji ulang secara menyeluruh. Desakan ini muncul setelah ALPA menilai adanya sejumlah persoalan mendasar, terutama terkait transparansi dan potensi dampaknya terhadap kepentingan masyarakat.

 

Menurut ALPA, sebagai badan usaha milik daerah, PDAM seharusnya berfokus pada pelayanan publik, bukan semata membuka ruang bagi kepentingan korporasi yang berpotensi mendorong komersialisasi air secara berlebihan. Air, tegas mereka, merupakan kebutuhan dasar masyarakat yang harus dikelola secara adil dan berkelanjutan.

 

ALPA juga menyoroti dugaan ketimpangan dalam skema kerja sama tersebut, baik dari sisi pengelolaan sumber air maupun potensi dampak jangka panjang terhadap ketersediaan air bersih di Lombok Timur. Mereka mengingatkan, tanpa pengawasan ketat dan keterbukaan informasi, kerja sama semacam ini berisiko menimbulkan persoalan baru di kemudian hari.

 

“Kami tidak menolak investasi, tetapi kami menolak jika kerja sama ini justru mengorbankan hak masyarakat. PDAM harus kembali pada mandat utamanya, yaitu melayani, bukan membuka ruang privatisasi yang merugikan publik,” tegas Ketua ALPA dalam pernyataannya.

Lebih lanjut, ALPA meminta pemerintah daerah dan DPRD Lombok Timur untuk bersikap aktif dengan melakukan pengawasan serta membuka ruang transparansi kepada publik terkait isi dan mekanisme kerja sama tersebut. Mereka menilai, keterlibatan publik sangat penting untuk memastikan bahwa pengelolaan sumber daya air tetap berpihak pada kepentingan masyarakat luas.

 

Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari pihak PDAM Lombok Timur maupun pihak Cleo terkait tuntutan yang disampaikan ALPA.||Ri CR

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *