Lombok Timur — Jalan kabupaten yang menghubungkan Desa Tirtanadi, Kecamatan Labuhan Haji, dengan Desa Bandok, Kecamatan Wanasaba, dilaporkan amblas akibat diterjang luapan air sungai menyusul curah hujan tinggi pada 24 Februari lalu. Kondisi tersebut kini memprihatinkan dan membutuhkan perhatian serius dari Pemerintah Kabupaten Lombok Timur.
Jalan ini merupakan akses utama bagi warga Desa Tirtanadi, khususnya masyarakat di wilayah Gunung Malang. Sejak terjadinya longsor, aktivitas masyarakat menjadi terganggu karena kendaraan roda empat tidak lagi dapat melintas. Mobilitas warga, distribusi hasil pertanian, hingga akses layanan dasar pun terdampak.
Sekretaris Desa Tirtanadi, M. Hasbulloh YE, menyampaikan bahwa pemerintah desa telah berupaya melakukan koordinasi dengan pemerintah daerah. Selain menyampaikan secara lisan, pihak desa juga telah melayangkan surat resmi sesuai prosedur yang berlaku.
“Dengan melihat kondisi jalan tersebut, kami dari pemerintah desa sudah berkoordinasi dengan pemerintah daerah. Selain menyampaikan secara lisan, kami juga sudah bersurat. Tentunya kami mengikuti prosedur yang ada dan saat ini sedang menunggu respons dari pemerintah daerah,” ujarnya saat dimintai keterangan oleh awak media (05/02).
Ia menegaskan bahwa status jalan tersebut merupakan jalan kabupaten, sehingga kewenangan perbaikan berada pada pemerintah daerah. Dengan keterbatasan anggaran desa, perbaikan total maupun penataan ulang jalan tersebut tidak memungkinkan untuk dilakukan oleh pemerintah desa.
“Kami berharap pemerintah daerah dapat segera memperhatikan dan mengambil langkah konkret untuk memperbaiki jalan ini. Kondisinya sudah sangat parah dan sangat dibutuhkan oleh masyarakat,” tegasnya.
Masyarakat setempat pun menyampaikan harapan yang sama agar perbaikan dapat segera direalisasikan. Mereka berharap adanya perhatian dan tindakan cepat dari Pemerintah Kabupaten Lombok Timur demi kelancaran aktivitas sehari-hari dan keselamatan pengguna jalan.
Dengan kondisi yang ada saat ini, warga hanya bisa berharap agar pemerintah daerah segera turun tangan, sehingga akses vital penghubung antarwilayah tersebut dapat kembali normal dan menunjang kehidupan masyarakat sebagaimana mestinya.||Ri CR

