Pelayanan Buruk Puskesmas Suralaga, Pasien Anak Kecil Jadi Korban Malpraktik Infus

Lombok Timur – Polemik terkait pelayanan kesehatan di Lombok Timur kembali mencuat. Setelah sebelumnya ramai keluhan soal layanan Puskesmas di sejumlah wilayah, kini kabar tidak sedap datang dari Puskesmas Suralaga. Diduga, terjadi malpraktik dalam tindakan pemasangan infus kepada seorang pasien anak bernama Qonita, warga Desa Anjani, pada Jumat (26/9/2025). Kejadian tersebut membuat keluarga pasien panik sekaligus kecewa.

Orang tua Qonita menuturkan, putrinya yang sudah dua hari mengalami muntah dan demam tinggi dibawa ke Puskesmas Suralaga untuk mendapatkan penanganan medis. Setelah diperiksa, dokter menyarankan agar Qonita dipasang infus guna mencegah dehidrasi.

Namun, setelah sekitar dua hingga tiga jam pemasangan infus, orang tua Qonita menyadari kondisi anak tidak kunjung membaik. Justru pakaian Qonita basah dan tangannya mengalami pembengkakan. Setelah diperiksa lebih lanjut, diketahui cairan infus tidak masuk ke pembuluh darah melainkan hanya menumpuk di jaringan luar.

“Saya kaget dan kecewa, karena selama tiga jam anak saya hanya merasakan sakitnya ditusuk jarum, tanpa ada manfaat dari infus tersebut,” ungkap orang tua Qonita.

Situasi semakin menegangkan ketika keluarga pasien berusaha membantu, namun justru mendapat perlakuan kurang mengenakkan dari petugas. Pihak keluarga akhirnya memutuskan untuk membawa Qonita pulang karena kondisi tidak kunjung membaik.

“Sebelum pulang, saya sudah meminta izin secara baik-baik, tetapi malah dikatakan kalau begitu berarti APS (Atas Permintaan Sendiri). Bahkan mereka dengan enteng menawarkan untuk menusuk tangan sebelahnya lagi, padahal tangan kiri anak saya sudah bengkak,” tambahnya.

Pengalaman tersebut membuat keluarga Qonita merasa kecewa dan kehilangan kepercayaan. Mereka berharap pihak Puskesmas Suralaga melakukan evaluasi serius terhadap pelayanan medis, terutama terkait ketelitian prosedur dan komunikasi dengan pasien maupun keluarga.

Hingga berita ini diturunkan, pihak Puskesmas Suralaga belum memberikan keterangan resmi terkait dugaan malpraktik tersebut.||Ri CR