Anggaran Bansos Dibabat, Program Kerja Terseok-seok

Kabag Kesra Setda Lotim menyorot anggaran Bansos tahun 2023 alami penurunan drastis karena refocussing. Dampaknya beberapa program yang telah direncanakan kurang maksimal, bahkan ada yang ditiadakan.

LOMBOK TIMUR, Corongrakyat.co.id- Anggaran Bantuan Sosial (Bansos) Pemerintah Daerah (Pemda) Lombok Timur di Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Sekretariat Daerah (Setda) alami pengurangan drastis jika dibandingkan dengan tahun 2022. Hal itu terjadi, karena dilakukannya refocussing.

Dijelaskan Kepala Bagian Kesra pada Setda Lombok Timur, Huzaefah akibat dari refocussing anggaran. Terdapat beberapa program yang telah direncanakan dan diusulkan pihaknya harus alami penyesuaian bahkan dibatalkan.

“Honor guru ngaji awalnya Rp1,2 M tapi kena refocussing jadi Rp0. Syukurnya untuk honor ini ada solusinya dari Baznas, tapi tentu jumlah honor yang akan diterima, tergantung dari kemampuan keuangan Baznas,” katanya (08/03/2023).

Program lain yang alami refocussing hingga Rp0 di Bagian Kesra adalah biaya umroh gratis bagi para ASN berprestasi. “Untuk program umroh ini tidak ddilakukan tahun ini, karena anggaran yang semula Rp800 juta sekian itu habis direfocusing,” ungkapnya.

Kemudian lanjut dia, anggaran untuk Bansos Bupati dalam bentuk semen alami pengurangan hingga 50 persen, yakni dari Rp1 M menjadi Rp500 juta. “Bansos semen Pak Bupati tahun ini hanya Rp500 juta saja,” jelasnya.

Pengurangan anggaran akibat refocussing hingga 50 persen juga berlaku untuk dua program lainnya. Untuk hibah pelaksanaan LPTQ dari semula Rp 500 juta, hanya bisa terealisasi Rp250 juta saja.

Lalu untuk biaya pelaksanaan STQ tingkat kabupaten yang diusulkan sejumlah Rp1 M hanya bisa direalisasikan setengahnya, hanya Rp500 juta.

Sebagai imbas atas penyesuaian anggaran dan pelaksanaan program Bagian Kesra Setda Lombok Timur yang kurang optimal, Huzaefah berharap masyarakat dapat memaklumi, karena kondisi keuangan daerah yang kurang stabil.

“Kita semua harus memaklumi, Pak Bupati dan Wakil Bupati tentu ingin berbuat terbaik. Tapi ternyata apa yang pernah kita rencanakan dan kerjakan, terkendala oleh keuangan daerah,” tandasnya. (Pin)