
Lombok Timur, Corong Rakyat– Ratusan masyarakat pedagang pasar Masbagik yang tergabung dalam Asosiasi Pedagang Pasar pada hari Sabtu (10/10/2015} mengepung kantor Dewan Perwakilan Rakyat dan Pendopo Bupati Lombok Timur untuk mengadukan nasib mereka yang rencananya akan di relokasi ke pasar tradisional yang baru tepatnya di dekat pasar hewan Masbagik
Mereka menuntut janji politik Bupati Lombok Timur H. Moh ali BD ketika pada massa kampanye, sewaktu kampanye bupati tidak akan pernah memindahkan para pedagang ke tempat yang lain, tidak akan membuat pasar baru, tapi malah sekarang para pedagang mau di pindahkan ke pasar tradisional yang baru di buat
“ dulu sebelum menjadi bupati dan wakil bupati, mereka setiap kampanye di setiap Masjid dan Mushola selalu mengatakan tidak akan pernah memindahkan para pedagang pasar masbagik, tapi kenapa kami sekarang mau di pindah di pasar yang daya tampungya tidak memungkinkan untuk kami berdagang” ungkap Juhairi selaku ketua Asosiasi Pedagang Pasar ketika berorasi di Kantor Dewan Perwakilan Rakyat
Juhari juga menduga bahwa itikad baik Pemerintah Daerah tidak pernah ada, karna tidak pernah mensosialisasikan rencana relokasi pedagang tersebut, malahan justeru langsung di hadapkan dengan premanisme yang membuat psikologis para pedagang semakin terganggu.
Sementara itu Eko Rahadi selaku koordinator lapangan dalam aksi tersebut mengungkapkan bahwa masyarakat pedagang pasar yang ada di Masbagik tidak akan pernah mau pindah ke pasar baru, karna di pasar baru jauh dari para pembeli yang nantinya para pedagang akan merugi, sehingga sama saja pemerintah daerah akan menciptakan kemiskinan baru.

“ para pedagang pasar yang ada di Masbagik tidak akan pernah mau pindah karna selain sewa yang sangat mahal, pasar baru juga sangat jauh dari para konsumen, sehingga para pedagang yang sebagian besar penjual bakulan akan merugi” ungkapnya
Menanggapi aksi tersebut massa aksi langsung di temui oleh Ketua DPRD Lotim Khairul Rizal ST. M.Kom dan para anggota DPRD Lotim. Dalam penyampaianya di depan para demonstran Khairul Rizal mengapresiasi perjuangan para pedagang dan sangat menyayangkan sikap SKPD yang di undang untuk hearing tapi tidak datang.
“ kami sudah menyurati para SKPD terkait untuk bisa menghadiri hearing hari ini, sehingga kita bisa mencari solusi untuk menyelesaikan permasalahan para pedagang, tapi sayangnya mereka ndak ada yang datang, menurut informasi mereka di larang sama pimpinannya” ungkapnya di depan para pedagang
Khairul Rizal pun menyayangkan sikap Pemerintah Daerah yang tidak melakukan perencanaan sejak awal, yang seharusnya jauh sebelumnya pemerintah daerah sudah mendata para pedagang yang akan menempati lokasi baru.
Aksi yang di mulai dari simpangan taman Selong dan langsung ke Pendopo dan berlanjut ke DPRD ini menghasilkan tiga kesepakatan dengan Ketua DPRD Lotim, di antaranya menghentikan sementara Relokasi Pedagang Pasar, sebelum ada kesepakatan dengan para pedagang, DPRD juga akan membuat Panitia Kerja dan ketua DPRD dalam waktu dekat akan berkoordinasi dengan pemerintah daerah untuk menyelesaikan masalah tersebut dan mengajak pemerintah daerah untuk datang melihat langsung para pedagang.
Aksi yang di jaga ketat aparat keamanan baik dari Polres Lotim maupun Satpol PP ini beakhir dengan damai(Met)

