Jadup Gempa Akan Segera Cair, Mensos RI Dijadwalkan Hadir Serahkan Langsung

Masyarakat Lombok Timur (Lotim) akan segara menerima dana Jaminan Hidup (Jadup) tahap pertama dari Kementerian Sosial RI sebagai kompensasi negara atas dampak gempa bumi 2018 silam. Rencananya Menteri Sosial RI akan menghadiri langsung proses penyerahannya pada tanggal 26 November mendatang.

LOMBOK TIMUR, Corongrakyat.co.id- Masyarakat Lotim yang terimbas dampak dari gempa bumi tahun 2018 silam akhirnya akan segara menerima Jadup dari Kementerian Sosial RI. Hal itu dikatakan oleh Kepala Dinas Sosial Lotim, H. Ahmat, ketika dimintai keterangannya terkait hal ini.

“Tanggal 26 November sudah dijadwalkan pemberian Jaminan Hidup di Sumbawa, yang akan dihadiri langsung Menteri Sosial,” katanya, Kamis (12/11/2020).

Dirinya dalam kesempatan itu menerangkan secara rinci terkait jumlah penerima Jadup, dan besaran yang akan diterima oleh masyarakat di tahap pertama, sementara di tahap kedua terangnya masih belum dipastikan.

“Yang mendapatkan Jadup di Lombok Timur sebanyak 33.959 KK, karena yang diberikan jiwa jumlahnya 119.243 jiwa dengan nominal 35,6 milyar, dengan masing-masing 300 ribu per orang untuk tahap pertama dulu, untuk tahap kedua kita masih tunggu kondisi keuangan negara,” sebutnya.

Ia menjelaskan proses verifikasi bagi penerima Jadup dilakukan secara ketat, dengan melibatkan Taruna Siaga Bencana (Tagana), dan kedepannya pihaknya akan melibatkan Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Dukcapil) untuk mendapatkan data yang presisi.

“Untuk verifikasi kita turunkan Tagana, itu kan 2018, ada yang meninggal, pindah dan sebagiannya, makanya kita lakukan verifikasi karena banyak yang dobel. Kedepan kami akan kerjasama dengan Dinas Dukcapil agar ketika ada permasalahan NIK, hari itu langsung selesai,” imbuhnya.

Terkait dengan pencairan Jadup tahap pertama, Kementerian Sosial RI berkerjasama dengan BNI. Adapun terkait skema pencairannya akan disepakati kemudian dengan pihak perbankan.

“Kita akan salurkan Jadup ini melalui BNI, sekarang dalam proses pembuatan rekening. Sistem pencairannya nanti kita tentukan, apakah di kantor desa, nanti kita sepakati jadwal, karena BNI di sini kan hanya satu, di Selong saja,” tutupnya. (Cr-Pin)