Manager hotel bersama Pemerintah Desa (Pemdes) Penujak sepakat menolak karantina Eks Gowa Sulawesi Selatan di Hotel yang berlokasi di Dusun Kangi Desa Penujak Kecamatan Praya Barat Lombok Tengah (Loteng).
LOMBOK TENGAH, Corongrakyat.co.id.- Hal tersebut diungkapkan langsung oleh Kepala Desa (Kades) Penujak Kecamatan Praya Barat Loteng, Lalu Soeharto. Penolakan tersebut sesuai surat yang diterima langsung oleh pihak hotel dari Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lombok Tengah bahwa hotel tersebut untuk penempatan tim medis, namun pada kenyataannya adalah eks Gowa Sulawesi Selatan sebanyak 70 orang lebih.
“Pengakuan dari pihak hotel kan khusus medis saja yang akan ditampung, malah yang dikirim eks Gowa, kan ini sama artinya dengan pembohongan,” tegasnya, Rabu (22/04/2020).
Hal itu diamini oleh Anang, menejer hotel tempat eks Gowa tersebut dikarantina. Ia menuturkan bahwa informasi awal yang mereka terima adalah yang akan di inapkan di hotel adalah para tim medis dan dokter. Pihak hotel yang menerima pada malam itu tekejut karena yang datang justru rombongan eks Gowa.
”Paginya saya langsung menemui pak kades penujak untuk konsultasi dan minta pernyataan penolakan tertulis supaya ada yang saya bawa ke Pemda,” ujar Anang.
Lalu suharto menambahkan, eks Gowa ini keluyuran sehingga meresahkan masyarakat sekitar. Ia mengaku telah mengonfirmasi hal tersebut ke Pemda dan pihak Pemda akunya siap datang, akan tetapi setelah ditunggu di Posko Penanggulangan Covid-19 Desa Penujak tidak kunjung datang.
Senada dengan itu perwakilan tokoh masyarakat setempat, Lalu Puji Hartono juga mengatakan pada dasarnya hotel tidak memiliki SOP terkait penanganan orang sakit, maka jelas apapun namanya dan di manapun hotel tidak layak untuk dijadikan tempat bagi orang sakit.
”Pihak pemda apapun namanya itu, ada lembaga khusus yang menangani masalah ini, baik itu BPMD. BPMD harus segera menemui kami karna BPMD yang punya kewenangan dalam hal ini,” pungkasnya. (Cr-Suhandi)


