Tokoh Pemuda Prinngasela (TPP) Lombok Timur Beranggapan, peningkatkan PAD khususnya pada sektor pariwisata tentunya tidak lantas dengan jalan mengaburkan sendi- sendi kehidupan sebagai Bangsa yang beragama dan Berpendidikan. 17/02.
LOMBOK TIMUR, Corongrakyat. co.id -Penutupan operasional dua cafe di wilayah Kecamatan Labuan Haji, cafe Diamond dan Meliwis beberapa waktu lalu yang di lakukan secara tiba-tiba tidak lama setelah Bupati Lombok Timur melakukan sidak ke lokasi, menimbulkan pro dan kontra di kalangan masyarakat, terutama para pegiat pariwisata.
Tokoh Muda Pringgasela, Andi Budiman, S.H, menguraikan, tidak sedikit kalangan yang mempertanyakan alasan mendasar penutupan tersebut. seolah-olah Bupati mengeluarkan kebijakan spontan tanpa pertimbangan yang matang karena ketergesaan.
“Sehingga nampak seperti pengkebirian pariwisata di tengah gencarnya branding dan promosi pariwisata yang justru di gaung-gaungkan oleh Pemerintah Kabupaten Lombok Timur sendiri,” Ujar tokoh muda yang berkulit hitam manis tersebut.
Andi menambahkan Beberapa bulan berselang, Bupati Lombok Timur kembali mengeluarkan Keputusan yang dianggap kontroversial oleh sebagian kalangan atas di berikannya kembali izin opersional kepada dua usaha pariwisata tersebut, sehingga Ada yang mengatakan kalau Bupati tidak konsisten dengan keputusan awal, ada juga yang beranggapan jika Bupati Sukiman bermain-main dengan keputusannya sendiri karena kepentingan orang-orang dekatnya.
Menurut Andi, justru dengan di perbolehkannya kembali dua usaha pariwisata tersebut untuk melakukan kegiatannya dengan beberapa syarat mutlak yang harus di penuhi dan di taati oleh pihak cafe Diamond dan Meliwis, menunjukkan bahwa Bupati Lombok Timur betul-betul menginginkan pariwisata kita berkembang pesat dengan tetap mempertahankan dan mengedepankan norma agama, norma hukum dan norma susila serta norma-norma adat yang berlaku dan berkembang di wilayah Lombok Timur.
“Mempertahankan nilai dan norma-norma tesebut, sangat penting di era yang penuh dengan kebebasan ini, Mendongkrak peningkatkan PAD khusus pada sektor pariwisata tentunya tidak lantas dengan jalan mengaburkan sendi-sendi kehidupan kita sebagai Bangsa yang beragama dan berpendidikan,” Pungkas Andi dengan tegas.
Ia berharap, Kedepan Bapak Sukiman dan Bapak Rumaksi, dua pemimpin visioner bersaudara yang di ikat sejarah itu tetap tegas dan konsisten mengeluarkan kebijakan yang terbaik buat rakyat Lombok Timur.
“Setelah aturan dan kebijakan ini di keluarkan, tugas Pemerintah Daerah selanjutnya untuk tetap memastikan tidak adanya peredaran mirasantika dan perempuan liar di setiap cafe, perlu menempatkan petugas khusus pemantau atau apalah bentuknya agar penjualan barang yang tidak diperbolehkan dapat betul-betul diminimalisir,” Tutup tokoh muda yang akrab juga di sapa bang Belek itu. (Cr-09).

