oleh

12 CPMI Ilegal Asal Lotim Gagal Berangkat ke Luar Negri

banner 300500

Disnaker Lombok Timur, BP2MI Wilayah NTB dan KP3 Bandara Internasional Lombok telah berhasil menggagalkan pemberangkatan 12 Calon Pekerja Migran Indonesia (CPMI) ilegal asal Lombok Timur dengan tujuan negara Malaysia.

LOMBOK TIMUR, Corongrakyat.co.idDinas Tenaga Kerja (Disnaker) Lombok Timur bekerjasama dengan Badan Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (BP2MI) NTB berhasil melakukan penjemputan dan upaya pencegahan Pemberangkatan 12 Calon Pekerja Migran Indonesia (CPMI) yang akan berangkat mencari nafkah ke negri jiran (Malaysia) pada hari senin, 24/05/2021, mengingat negara tujuan tersebut masih ditutup (Lokcdown).

Kabid  PPKK Disnaker Lombok Timur Moh. Hirsan mengatakan, upaya pencegahan CPMI tersebut dilakukan setelah mendapat informasi dari BP2MI NTB bahwa, ketika pihak KP3 Bandara Internasional Lombok melakukan pemeriksaan ternyata ada 12 CPMI ilegal asal Lombok Timur yang akan berangkat ke Luar Negri dengan Tujuan Malaysia.

“Hari ini kami dari Disnaker  telah melakukan penjemputan kepada 12 CPMI di Bandara Nasional Lombok dan kami bawa ke kantor disnaker Lombok Timur untuk meminta keterangan dari mereka tentang dokumen dan siapa sponsor nya”Kata Hirsan. Senin,24/05/2021.

Hirsan Menambahkan dari 12 CPMI tersebut semuanya berjenis kelamin laki-laki dan berasal dari Desa yang sama yaitu Desa Montong Baan, Kecamatan Sikur, Kabupaten Lombok Timur.

“Setelah kami mengecek dokumen dokumennya para CPMI ini ternyata mereka tidak memiliki dokumen resmi atau akan berangkat secara ilegal (Non Prosedural) dan ketika kami bertanya siapa tekongnya, para CPMI ini mengatakan mereka berangkat mandiri tidak melalui tekong atau sponsor”Imbuhnya.

Masih kata Hirsan, meskipun pengakuan dari CPMI tersebut akan berangkat ke luar negri tidak melalui tekong, Pihak Disnaker Lombok Timur bersama Satgas perlindungan TKI dan lembaga lembaga terkait akan terus melakukan penelusuran siapa tekong di balik pengiriman 12 CPMI ilegal tersebut.

“Setelah kami melakukan sosialisasi dan memberikan pencerahan bagaimana menjadi PMI yang sesuai dengan prosedur kepada para CPMI, kami juga telah telah membuat surat perjanjian kepada mereka agar kejadian serupa tidak terulang kembali,”Tungkasnya.

Secara kebetulan ketua SBMI Lombok Timur Usman yang berada di  kantor Disnaker  dalam rangka melakukan mediasi kasus perdagangan orang yakni  Yuli Handayani yang belum dipulangkan dan sudah memasuki 8 bulan di solter KJRI abu dhabi ikut memberikan himbauan kepada masyarakat agar tetap waspada ketika memiliki niatan untuk menjadi PMI, mengingat hingga saat ini masih banyak para tekong yang berkeliaran di masyarakat untuk merekrut calon pekerja migran Indonesia (PMI) untuk berangkat ke luar negeri. Padahal, saat ini Indonesia tengah menerapkan moratorium seluruh pengiriman TKI.

Usman juga mengatakan pentingnya kerjasama seluruh elemen untuk membasmi para tekong-tekong yang tidak bertanggungjawab karena saat ini seluruh dunia sedang menghadapi wabah pandemi covid-19 dan belum boleh mengirim PMI ke luar negeri.

”Meskipun begitu para tekong-tekong ini mencari kesempatan dengan situasi ini, mereka masuk dan menawarkan calon – calon korban nya untuk di berangkatkan nya ke Luar negeri dan menjanjikan bisa masuk secara ilegal dan juga menjanjikan pengurusan pasport, visa job order menunggu di surabaya atupun di batam sehingga masyarakat calon PMI tersebut cepat percaya,” Paparnya.

Ia juga mengungkapkan, oknum tekong-tekong tersebut bahkan menjanjikan dengan pasti hingga mengatakan ada temannya di luar negeri bekerjasama untuk mengirim para CPMI secara ilegal. Seperti yang di alami oleh para calon CPMI asal Desa Montong Baan kecamatan Sikur hari ini yang di tahan oleh petugas bandara dengan UPT BP2MI Wilayah Nusa Tenggara Barat melalui Disnaker Kabupaten Lombok Timur  di kembalikan  ke kampung halamannya.

“Sebelumnya mereka di berikan arahan, pemahaman  dan nasehat serta saran oleh Hirsan selaku Kepala Bidang Perluasan Pencari Kerja agar para calon Pekerja Migran tersebut tidak mudah diperdaya oleh para oknum tekong yang tidak bertanggungjawab,” Tutup Usman. (CR –wenk).