Willgo Zainar Kembali Pimpin DPD HKTI NTB, Targetkan Kepengurusan Hingga Kecamatan Rampung Tahun Depan, Dorong Penguatan Sektor Pertanian dan Kelautan

MATARAM — Willgo Zainar kembali terpilih sebagai Ketua Dewan Pengurus Daerah (DPD) Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) Nusa Tenggara Barat (NTB) dalam Musyawarah Daerah (Musda) IX DPD HKTI NTB yang digelar di Hotel Lombok Raya, Mataram, Minggu (2/8/2026).

Usai terpilih, Willgo menegaskan komitmennya untuk memperkuat organisasi hingga ke tingkat akar rumput. Ia menargetkan pembentukan kepengurusan hingga tingkat kecamatan di Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) dapat diselesaikan pada tahun depan. Langkah tersebut merupakan bagian dari upaya memperkuat organisasi petani sekaligus mendukung sinergi antara pemerintah pusat dan daerah dalam menjalankan berbagai program pembangunan.

Dalam keterangannya, Willgo mengenaskan bahwa sinergi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, legislatif, serta para pemangku kepentingan menjadi faktor penting dalam mempercepat realisasi berbagai program strategis, khususnya di sektor pertanian.

“Sinergi eksekutif dan legislatif, baik di daerah maupun pusat, harus berjalan dengan baik. Dengan begitu, berbagai program yang berkaitan dengan pertanian dapat direalisasikan secara maksimal di NTB,” ujarnya.

Selain itu, Willgo juga menjelaskan kedepannta akan memperkuat koordinasi kelembagaan, HKTI juga membuka ruang seluas-luasnya bagi masyarakat untuk bergabung dalam organisasi tersebut. Saat ini kepengurusan telah terbentuk hingga tingkat kabupaten/kota, sedangkan pembentukan kepengurusan di tingkat kecamatan akan mulai dilakukan pada tahun depan.

“Target kami tahun depan kepengurusan di NTB sudah selesai hingga tingkat kecamatan. Selanjutnya akan dilanjutkan ke tingkat desa bahkan kelompok tani. Secara nasional, penyelesaian struktur organisasi ditargetkan rampung pada 2028,” jelasnya.

Terkait kontribusi sektor pertanian terhadap pertumbuhan ekonomi NTB, Wilgo menilai subsektor hortikultura masih menjadi penyumbang utama. Menurutnya, peluang pengembangan sektor tersebut semakin besar seiring meningkatnya kebutuhan pangan dalam mendukung berbagai program pemerintah pusat, termasuk Program Makan Bergizi Gratis (MBG).

“Hortikultura menjadi sektor yang sangat strategis. Kebutuhan komoditas pertanian akan terus meningkat sehingga diharapkan mampu meningkatkan nilai tukar dan kesejahteraan petani,” katanya.

Selain sektor pertanian, Willgo juga menaruh perhatian terhadap pengembangan sektor kelautan. Organisasi tersebut berharap berbagai program strategis pemerintah, termasuk pengembangan kampung nelayan, dapat meningkatkan nilai tambah hasil perikanan melalui pengolahan pascapanen, penyediaan cold storage, serta penguatan rantai distribusi.

“Dengan adanya pengolahan dan fasilitas penyimpanan, hasil tangkapan nelayan tidak lagi dijual dalam bentuk mentah sehingga memiliki nilai ekonomi yang lebih tinggi. Ini penting mengingat nilai tukar nelayan masih relatif rendah dan menjadi pekerjaan rumah bersama,” tutupnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *