oleh

Warga Temukan Mayat Tersangkut Di Saluran Irigasi Sikur

banner 300500

Bermula saat warga setempat bernama Salni (24) tahun dan Yusuf sedang menggendong anak di pekarangan rumah milik seorang warga bernama Inaq Sahyun (50) tahun. Tanpa sengaja menoleh ke saluran irigasi di depan rumah tersebut dan melihat sesosok mayat dalam posisi tengkurap di saluran irigasi yang cukup deras.

LOMBOK TIMUR, Corongrakyat.co.id -Mayat seorang warga Dusun Wengkang Desa Loyok Kecamatan Sikur ditemukan tengkurap di salah satu saluran irigasi yang berada di Dusun Kebon Pancor Desa Sikur Kecamatan Sikur Lombok Timur.

Penemuannya terjadi sekitar pukul 06.15 wita bertempat di Dusun Kebon Pancor Desa Sikur dan mayat tersebut diduga hanyut dan tersangkut di saluran irigasi.

“Hasil penelusuran kami, Mayat yang ditemukan itu, diketahui bernama Inaq Srinatih (75) tahun warga Dusun Wengkang Desa Loyok,”Jelas Kapolsek Sikur AKP Ery Armunanto SH melalui rilis nya Sabtu (20/2/2021).

Kronologis ditemukannya mayat tersebut lanjut Ery sekitar pukul 06.10 Wita, bermula saat warga setempat bernama Salni (24) tahun dan Yusuf sedang menggendong anak di pekarangan rumah milik seorang warga bernama Inaq Sahyun (50) tahun. Tanpa sengaja menoleh ke saluran irigasi di depan rumah tersebut dan melihat sesosok mayat dalam posisi tengkurap di saluran irigasi yang cukup deras.

Melihat kejadian itu, Ia langsung melaporkan kejadian yang dilihatnya pada Bhabinkamtibmas Desa Sikur Bripka Andi Warsito yang kemudian diteruskan ke pihaknya (Polsek Sikur). Setelah mendapatkan informasi itu, tindakan yang di lakukan langsung mendatangi TKP untuk mengamankan TKP, melaksanakan olah TKP dan langsung melakukan evakuasi yang dipimpinnya dengan di back up unit identifikasi polres lotim.

Setelah dilakukan penelusuran Lanjut Ery ternyata benar warga yang meninggal adalah warga Dusun Wengkang Desa Loyok Kecamatan Sikur dan didapatkan informasi bahwa korban selama ini, dalam keadaan cacat fisik yaitu mata rabun dan kesulitan berjalan karena faktor usia.

Menurut keterangan keluarga, sambung Ery kebiasaan korban setiap pagi hari yaitu melaksanakan wudhu untuk sholat subuh, sekitar pukul 05.00 Wita di dekat saluran irigasi yang tidak jauh dari lokasi rumahnya. Jarak tempat korban mengambil air wudhu di saluran irigasi dengan ditemukannya jenasah korban yang tersangkut di aliran irigasi diperkirakan sejauh 1 Km.

“Tidak ada tanda tanda kekerasan yang ditemukan di tubuh korban. Korban meninggal bukan karena covid 19. Pihak keluarga korban menolak dilakukan outopsi dan menerima kematian korban sebagai musibah,”tutupnya. (Cr-wenk)