oleh

Layangkan Mosi Tidak Percaya, Muncul Dualisme di Tubuh Gelora Lotim

banner 300500

Rosyidi mengatakan Gerakan Mosi Tidak Percaya kepada DPC Partai Gelora Lombok Timur versi Umar Ubaid murni masalah SK tidak ada kekecewaan baik secara personal maupun posisi. Karena berangkat dari sistem penentuan pengurus yang tidak transparan dan tidak mampu menjawab keterwakilan kepengurusan di tingkat bawah.

LOMBOK TIMUR, Corongrakyat co.idSejumlah Kader Gelora Ajukan Mosi Tak Percaya pada Umar Ubaid Pimpinan Anak Cabang dan Pengurus lama mengajukan mosi tidak percaya pada Ketua Umum DPC Partai  Gelora Kabupaten Lombok Timur. Mereka menuding ada penyimpangan di Partai Gelora.

“Kami pengurus Pimpinan Anak Cabang dan pengurus lama Partai Gelora, dengan kesadaran penuh menyatakan mosi tidak percaya kepada kepemimpinan Ketua Umum DPD Partai Gelora Kabupaten Lombok Timur versi Umar Ubaid,” Ujar pengurus Partai Gelora Rosyidi (19/2/2021).

Rosidi selaku ketua Pengurus Partai Gelora yang disepakati bersama dengan konsolidasi tersebut mengatakan mosi tidak percaya ini akan dilayangkan  untuk menjaga eksistensi dan keutuhan Partai Gelora, Rosidi menilai Partai Gelora saat ini dalam keadaan mengkhawatirkan karena Umar Ubaid tidak transparan dan terbuka terhadap seluruh Pengurus Partai Gelora, dalam penyusunan dan menempatkan pengurus tidak sesuai dengan AD/ART Partai Gelora.

“Sebenarnya kalau berbicara posisi di pengurusan yang kemarin saya secara pribadi sudah aman,  tetapi pada saat itu ketika saya diposisikan apapun di sana, jangan lalu kemudian dalam penjaringan kepengurusan itu tidak dilakukan dengan musyawarah baik bersama rekan rekan yang akan di angkat menjadi pengurus ataupun rekan rekan pejuang. Ini tentu menjadi soal yang mengakibatkan terjadinya kekecewaan bagi rekan rekan yang lain,” Terangnya.

Rosyidi menambahkan tujuannya menginisiasi gerakan mosi tidak percaya ini murni untuk menjaga eksistensi, kelangsungan dan keutuhan Partai Gelora, dalam rangka menjalankan,  pengabdian dan karya-karya pembangunan bagi kemajuan bangsa dan negara Indonesia.

“Rosyidi juga menyebutkan, setelah dikeluarkannya mosi tidak percaya ini, pihaknya akan segera melakukan forum musyawarah atau rapat pleno organisasi. Nantinya, rapat pleno ini akan berlangsung hingga tingkat musyawarah luar biasa (musdalub).

“Kami berikhtiar untuk sesegera mungkin dan dalam waktu secepat-cepatnya, dengan berpijak pada ketentuan-ketentuan AD/ART Partai Gelora  dan  untuk secepatnya untuk menyelamatkan Partai Gelora yang saat ini dalam situasi tidak mengikuti AD/ART.

Berikut ini isi pernyataan mosi tidak percaya kepada Umar Ubait yang diajukan pengurus harian dan pengurus pleno DPP Gelora:
1. Tidak terbuka dan transparan atas Kantor DPC Partai Gelora terhadap seluruh pengurus Partai Gelora Kabupaten Lombok Timur Propinsi Nusa Tenggara Barat
2. Tidak adanya koordinasi ataupun Musyawarah untuk menempatkan pengurus di bawahnya sesuai AD/ART Partai Gelora’
3. Tidak memberikan  rasa aman, nyaman, tenang, tidak amanah, tidak transparan terhadap seluruh pengurus Partai Gelora di Kabupaten Lombok Timur  
4. Pelanggaran secara telanjang terhadap ketentuan-ketentuan Anggaran Dasar/Anggaran Rumah Tangga Partai Gelora (Ad/ART), padahal AD/ART sebagai jantungnya organisasi.

Masih Kata Rosyidi, gerakan penolakan atas susunan pengurusan versi ketua Umar Ubaid ini bukan keinginan satu dua orang saja. tetapi keinginan banyak para pejuang pejuang lama sebagai langkah untuk menyelamatkan Partai, membangun sistem dan kontruksi partai yang lebih baik berpegang kepada SOP ataupun AD/ART partai.

“Seharunya kan pemilihan ketua dan sekertaris itu ditentukan melalui musyawarah, namun itu tidak terjadi.  Sehingga saya ikut menolak sistem yang dibangun Untuk pengajuan draf kepengurusan yang diajukan ke DWP. Kami anggap SK nya cacat secara hukum  dari AD/ART,” imbuhnya.

Rosyidi dengan tegas mengatakan, walaupun SK baru nanti akan diterbitkan, pihaknya akan tetap menolak dan tidak percaya atas kepengurusan tersebut karena jelas ketika dalam penyusunannya temen temen yang lain tidak pernah dihubungi dan terkesan diputuskan secara sepihak .

“Kami bersama rekan rekan meminta kepada DPW agar SK yang sudah diterbitkan itu dibatalkan meskipun secara pribadi dalam SK tersebut saya di tunjuk sebagai wakil ketua,” Tungkasnya

Lebih jauh Rosyidi menegaskan, secara pribadi dirinya akan tetep menerima meskipun ditempatkan di lapisan paling bawah, selagi teman teman yang mayoritas pejuang bisa terakomodir demi keberlangsungan keharmonisan antar pengurus partai,” Tutupnya. (Cr-wenk).