Walikota Bima Ajak Seluruh Masyarakat Tanam dan Pelihara Pohon

Walikota Bima saat melepas Kontingen Porseni PGRI tingkat Prov NTB
Walikota Bima saat melepas Kontingen Porseni PGRI tingkat Prov NTB

Kota Bima, Corong Rakyat – Biasanya kita tahunya hanya menebang hutan. Sekarang mari kita ubah kebiasaan itu. Jika mau memanen, maka harus menanam. Prinsip ini berlaku luas, bukan hanya untuk hal penghijauan, namun juga dalam setiap segi kehidupan. Menanamlah, baru memanen, bekerjalah, baru memetik hasilnya. Demikian yang disampaikan oleh Walikota Bima HM Qurais H. Abidin dalam pembukaan Pekan Penghijauan Konservasi Alam Nasional (PPKAN) Kota Bima di So Mada Oi Besi Kelurahan Lelamase, Kamis (07/01/2016). Kegiatan pekan penghijauan ini dirangkaikan pula dengan Hari Juang Kartika dan Hari Perempuan Menanam.

Lokasi yang berada di ujung timur perbatasan antara Kabupaten Bima (Wawo Maria) ini ditempuh melalui perjalanan selama 30 menit dari Pusat Kota Bima. Walikota H.A Rahman H Abidin dan Wakil Walikota Bima H.A Rahman H. Abidin SE menuju lokasi bersama rombongan kepala SKPD dengan menggunakan motor trail. Berbagai organisasi dan elemen yang ada mulai dari FKPD, Kepolisian, Tentara, Organisasi-organisasi wanita, seluruh aparatur sipil lingkup pemerintah Kota Bima, Pers, penggiat lingkungan serta masyarakat umum ikut dilibatkan pada kegiatan pekan penghijauan ini.

Dalam sambutannya Walikota Bima HM Qurais H. Abidin mengajak seluruh elemen masyarakat yang ada untuk bersama-sama mengembalikan keasrian alam. Penghijauan menjadi program wajib dan prioritas bagi Pemerintah Kota Bima. SKPD Rumpun Hijau (Dinas Kehutanan, Badan Lingkungan hidup, Dinas Pertanian, Dinas Perikanan, Badan Ketahanan Pangan dan Penyuluhan) harus mengalokasikan anggaran yang besar untuk penghijauan.

“Semua unsur masyarakat harus ikut menanam, mulai dari PNS, Kelompok Tani, hingga Pelajar”, ajak orang nomor Satu di Kota Bima ini.

Pada kesempatan tersebut dijelaskannya pula bahwa pembangunan kawasan-kawasan di Kota Bima sudah ditetapkan berdasarkan letak dan kondisi lahan. Hal ini dimaksudkan untuk menepis anggapan bahwa pembangunan Kota Bima tidak berimbang, hanya menitik beratkan wilayah barat saja. Menurutnya wilayah timur Kota Bima memegang peranan yang sangat penting untuk keberlanjutan Kota Bima.

“Wilayah timur menjadi lumbung pangan. Wilayah timur juga menjadi daerah resapan. Jika pegunungan di wilayah timur gundul, efek erosinya akan terasa sampai ke barat”, jelasnya.

Saat ini kondisi pantai Kota Bima mengalami pendangkalan setebal 9 cm per tahun. Bisa dibayangkan kondisinya 10 atau 20 tahun ke depan. Berdasarkan pertimbangan tersebut maka masing-masing wilayah memiliki ciri dan kekhasan tersendiri, sehingga wilayah barat diarahkan sebagai pusat perdagangan dan jasa. Sementara wilayah timur diarahkan untuk kawasan pertanian dan konservasi lingkungan. Itulah sebabnya di wilayah timur diarahkan untuk pembangunan jalan pertanian, embung, pipanisasi, dan saluran irigasi.

“Apa yang kita laksanakan hari ini adalah tabungan kita untuk masa depan. Menanam pohon ibaratnya adalah tabungan dunia akhirat. Semasa hidup, kita akan merasakan manfaat pohon-pohon tersebut sebagai pemberi kesejukan dan penjaga sumber air. Setelah kita meninggal, selama pohon itu tumbuh, ia akan menjadi amal jariah bagi kita dan akan menjadi warisan sangat berharga untuk masa depan anak cucu kita kelak, jelas Walikota diakhir arahannya. (Ridho)