Wakil Bupati serahkan LKPJ TA 2021. Perencanaan pembangunan kurang maksimal karena adanya pandemi, pun demikian pinjaman dari PT SMI bida menutup kekurangan pembiayaan.
LOMBOK TIMUR, Corongrakyat.co.id- Ditemui di seusai rapat paripurna ke sepuluh masa sidang kedua di Kantor DPRD Lombok Timur, Wakil Bupati Lotim, H Rumaksi SJ, SH yang hadir mewakili Bupati Sukiman dalam melaporkan Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) Tahun Anggaran 2021 menyatakan selama satu tahun 2021, ada beberapa agenda pembangunan yang kurang maksimal imbas dari Pandemi Covid-19.
“Sudah ada perencanaan matang, tapi kurang maksimal dituntaskan karena refoccusing dan realokasi anggaran. Kita harus maklumi itu,” katanya Selasa (22/03/2022).
Ia menyebut dalam situasi krisis, pada prinsipnya adalah hal biasa dalam neraca APBD, selama ada pembiayaan cadangan, untuk menutupi kekurangan. “Sepanjang ada dana cadangan, untuk menutup pembiayaan tidak ada masalah,” imbuhnya.
Dari itu lanjut dia, Pemda Lotim telah mengajukan pinjaman ke PT SMI sebesar Rp155 miliar, yang akan segera terealisasi untuk membayar utang jatuh tempo kepada pihak rekanan.
“Akhir bulan Maret ini dari PT SMI akan segera realisasi. Itu untuk membayar tunggakan pembayaran proyek,” jelasnya.
Rumaksi juga menjelaskan, utang pada PT SMI terpaksa dilakukan karena PAD Lotim kurang optimal selama pandemi, ditambah lagi adanya kebijakan subsidi dan relaksasi retribusi dan pajak bagi masyarakat dan pelaku usaha selama pandemi terjadi dari pemerintah.
“Pendapatan berkurang, karena dulu kita ada subsidi listrik, pajak tidak dipungut dan lain-lain. (Pin)

