oleh

Wabup Rumaksi dan Daeng Paelori Satu Suara Soal Lotim Berkembang

banner 300500

Terkait dengan program Lotim Berkembang, Wabup Rumaksi dan H. Daeng Paelori satu suara, jika program itu bermanfaat bagi peningkatan kesejahteraan peternak.

LOMBOK TIMUR, Corongrakyat.co.id- Pada Sidang Paripurna Masa Sidang l Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Lombok Timur salah satu program yang ditanyakan dalam pandangan fraksi-fraksi adalah terkait dengan program KUR Lotim Berkembang dan dampaknya terhadap harga sapi di tengah masyarakat.

Wakil Bupati Lotim, H. Rumaksi SJ, S.H menyatakan selama ini harga sapi relatif stabil, di mana program Lotim Berkembang juga dinilai memberikan dampak positif dalam menciptakan kemandirian bagi para peternak yang secara otomatis meningkatkan taraf kesejahteraan.

“Tetap kita akan lanjutkan. Program ini sangat bermanfaat, dari dulu pengadas (peternak bagi hasil, red) dengan Lotim Berkembang mereka mandiri,” katanya seusai sidang paripurna, Senin (13/09/2021).

Masih kata dia, di saat evaluasi program itu, Rumaksi mengatakan melayangkan kritik ke BRI selaku salah satu penyedia kredit, sebab dinilai kurang maksimal dalam memberikan pelayanan prima bagi masyarakat. Dari itu dikatakan dia, jika jumlah target sasaran yang sudah ditetapkan tidak bisa tercapai, ada kemungkinan BRI akan diganti dengan perbankan yang lain.

“Memang saat evaluasi saya sempat kritik BRI, dari itu kita lihat kedepan bagaimana progresnya, apakah bisa terwujud 1.200 orang itu, kita lihat nanti bagaimana,” tegasnya.

Senada dengan apa yang dikatakan Wabup Rumaksi, Wakil Ketua DPRD Lotim, H. Daeng Paelori juga senada, jika progam Lotim Berkembang sangat bermanfaat bagi masyarakat (peternak, red) terlebih di masa Pandemi Covid-19 dalam menguatkan ketahanan ekonomi bagi para peternak.

“Kritik itu juga bagian dari mendukung program itu untuk perbaikannya kedepan. Karena program ini memang sangat bagus, terlebih di masa pandemi,” jelasnya.

Dari itu dikatakan dia, pada tahun anggaran 2022, ada kemungkinan program Lotim Berkembang akan dianggarkan kembali, mengingat manfaatnya yang langsung menyasar pada akar rumput. “Tahun ini kita dukung Rp 5 M. Nanti di APBD Induk 2022, kemungkinan kita anggarkan kembali,” bebernya.

Terlepas dari itu, dikatakan oleh politisi kawakan Partai Golkar itu, terdapat catatan yang harus menjadi perhatian utama, yaitu harus ada jaminan peternak dari perbankan dan pemerintah, agar peternak tidak merugi oleh platform yang ada ada di lembaga perbankan pemberi kredit.

“Jangan sampai nanti peternak kita diharuskan jual saat masa tempo datang, sementara harga sapi rendah. Bagu bank ya sabar dulu, jangan sampai masyarakat kita rugi, peternak kita harus sejahtera,” tandasnya. (Pin)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

BERITA TERKAIT