Lotim Corong Rakyat- Wakil Bupati Lombok Timur H.Rumaksi SJ, S H. Pesimis pembangunan Rumah Instan Sederhana Sehat ( Risha) Pembangunan Instan Seserhana Kayu (Rika) dan Pembagunan Rumah instan Sederhana (Riko). Pesimis akan Tuntas sesuai Target Pemerintah Pusat Maret 2019. Hal itu dikatakan Rumaksi dirumah dinasnya Ahad 9/12).
” Rumah risha hanya strukturnya saja, saya sanksi bisa tuntas bulan Maret,” Tegasnya.
Dari 9.700 Risha, Riko Dan Rika, Saat ini menurut Wabup baru bisa terbangun sebanyak 577 Unit, masih ada sisa 9.222 Unit, utuk menuntaskan angka sebanyak ini, tidak mudah karena persoalannya tidak sederhana, seperti realisasi bantuan dan keterbatasan aplikator.
Maka untuk memotong mata ranatai birokrasi tersebut, Wabup berpendapat sebaiknya bantuan tersebut diserahkan langsung kepada masyarakat, tentu dengan ketentuan rumah yang dibangun memenuhi spesifikasi sesuai yang diinginkan pemerintah.
” Kalau mau terwujud. sebaiknya diserahkam ke masyarakat. pembangunan 9.700 unit itu, masyarakat akan bergerak pada waktu yang sama,” Jelasnya.
Relawan sependapat dengan Wabup
Relawan Kampung Bahagia, Yang juga tokoh maayarakat Sugian, Suhirman Aassugiani Sependapat dengan Wabup Lotim. Menurutnya pemerintah terlalu berbelit- belit memberikan bantuan kepada masyarakat, dengan kondisi dilapangan saat ini, rencana menuntaskan 9 ribu lebih tidak akan terwujud 100 persen
Pasalnya bantuan tersebut hanya mengakomodir strukturnya saja, sementara tembok dan atap ditanggung penerima manfaat, belum lagi anggaran realisasinya susah, ditambah keterbatasan peminat aplikator.
” Saya tidak lagi pesimis, tapi saya yakin tidak akan terwujud, karena masyarakat belum sepenuhnya di percaya pemerintah,” Jelasnya.
Hal yang sama juga di katakan Badan Penangulangan Bencana Daerah ( BPBD) Kabupaten Lombok Timur Purnama Hadi, sampai saat ini dari 9.700 unit yang sudah terbangun baru 600 unit. sisanya masih menunggu realisasi anggaran di Rekening.
Selain itu, kita hanya mempunyai enam aplikator, yang terdiri dari Aplikator Risha 3 orang, aplikator rika 1 orang, aplikator rikon1 orang Dan RCI 1 orang.
Kepala Desa Sugian Kecamatan Sambelia juga sependapat, sebaiknya uang tersebut dipercepat prosesnya, dan untuk Desa Sugian Sendiri, Bangunan Riko Sebanyak 20 unit sudah tuntas, karena dikerjakan langsung oleh masyarakat, tanpa intervensi aplikator, sementara 40 orang sudah realisasi uangnya masih belum dikerjakan karena keterbatasan aplikator.
” Apapun namanya kalau model pekerjaanya seperti ini, saya menganggap pemerintah tidak serius, dari 590 unit rusak berat, baru 60 rekening realisasi, dan 20 unit terbangun,” keluhnya.
Sementara itu Bupati Lombok Timur Yang dikomfirmasi melalui pesan singkat mengatakan bahwa usulan agar anggaran tersebut dikelola oleh penerima manfaat ditolak oleh pemerintah pusat.
” Saran itu dah lama kita usulkan ke Pemerintah pusat tapi ditolak terus,” Terang Bupati. (wan)


