oleh

Upaya Turunkan Angka Pengangguran, LLK Selong Kembali Buka Pelatihan Berbasis Kompetensi

banner 300500

Pelatihan berbasis kompetensi yang diselenggarakan LLK Selong Pada sesi pertama di tahun 2021 ini sebanyak 11 kejuruan. Seperti Latihan menjahit, tata rias, operator basic office, pembuatan roti dan kue, desain grafis, bahasa inggris, service sepeda motor, pemeliharaan kendaraan ringan, pemasangan listrik, Pemasangan baja ringan dan pengelasan posisi SMAW 3G.

LOMBOK TIMUR, Corongrakyat.co.id-Loka Latihan Kerja (LLK) Selong kabupaten Lombok Timur pada tahun 2021 kembali menggelar pelatihan berbasis kompetensi untuk  sebelas kejuruan. Pelatihan itu diharapkan bisa meningkatkan keterampilan tenaga kerja agar bisa diterima di dunia usaha atau membuka lapangan pekerjaan sendiri sehingga bisa mengurangi akan pengangguran di daerah.

Kepala LLK Selong, Achmad Wardi, S.Kom
Menuturkan sebanyak 11 Kejuruan telah dibuka Loka Latihan Kerja (LLK) Selong, dalam Program pelatihan gratis gelombang ke-1 tahun 2021. Pendaftaran pelatihan tersebut mulai dibuka mulai tanggal 18 – 31 Januari 2021.

“Pelatihan berbasis kompetensi ini akan menerima sebanyak 176 peserta tanpa mengenal batas usia dan pendidikan,” Ujarnya. 27/10/2021.

Wardi menambahkan, seperti biasanya pelatihan yang diselenggarakan oleh LLK ini tanpa dipungut biaya. Bahkan, peserta memperoleh fasilitas pada saat mengikuti kursus sesuai dengan kejuruan yang ada. Output dari peserta yang mengikuti kursus latihan ini akan diusahakan untuk magang bahkan jika dinilai berkinerja baik akan menjadi karyawan tetap pada perusahaan tersebut.

“Sejauh ini kami sudah berkoordinasi dengan sejumlah perusahaan yang sesuai dengan kualifikasi kursus pelatihan yang ada,” Imbuhnya.

Masih kata Wardi, konsep pelatihan saat ini yakni pelatihan berbasis penempatan, dimana LLK Selong memfokuskan pada dunia kerja sesuai dengan kejuruan masing-masing. Dalam proses pelatihan ini LLK sudah MoU dengan Dunia Usaha dan Dunia Industri (DU/DI) atau link match.

“Pelatihan yang akan dibuka kali ini, mengingat sekarang masih dalam nuansa pandemi, tentu kami akan tetap menerapkan standar Protokol kesehatan (Prokes) Covid-19. Kami juga selalu melakukan koordinasi dengan pihak Satuan Tugas (Satgas) Penanganan covid-19 Lombok Timur,” Terang Wardi.

Lebih jauh Wardi  berharapan program pelatihan yang akan di buka pada bulan februari ini sesuai dengan hajatan pemerintah dan harapan masyarakat sebagai upaya meningkatkan skill masyarakat untuk mengurangi angka pengangguran.

“Alhamdulillah antusias masyarakat yang mendaftarkan dirinya lumayan banyak. Sejauh ini pendaftar yang sudah mengisi formulir sebanyak 700 an orang. Sedangkan untuk sesi pertama ini kuota peserta yang akan mengikuti pelatihan ini sebanyak 170 orang,” Tutupnya. (Cr-wenk).