JAKARTA, Corongrakyat.co.id— Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Garda Pemuda NasDem Nusa Tenggara Barat (NTB) menyampaikan pandangan umum bernada lugas dan kritis dalam rangkaian Kongres II Garda Pemuda NasDem di Hotel Mercure Ancol, Jakarta, Rabu (22/7/2026).
Dihadapan pimpinan sidang serta seluruh utusan DPW dan DPD se-Indonesia, Ketua DPW GP NasDem NTB, Arif Rahman Fajar S., mendesak DPP agar mengevaluasi pengelolaan dana Bantuan Politik (Banpol) di daerah yang dinilai kerap mengabaikan peran sayap partai.
Arif menegaskan bahwa pengurus dan kader di daerah tidak ingin lagi hanya dijadikan pelengkap acara atau pembantu logistik tanpa porsi anggaran yang jelas.
“DPW GP NasDem NTB mendesak DPP untuk segera menginstruksikan Dewan Pimpinan Daerah maupun Wilayah Partai di setiap tingkatan agar mensinergikan kebijakan dan mengalokasikan anggaran Banpol secara adil dan serius kepada sayap-sayap partai,” tegas Arif.
Dikatakannya pula, selama ini pemanfaatan dana tersebut sering kali hanya menjadi ‘bancakan’ oknum pengurus di daerah, sementara kader Garda Pemuda hanya ditempatkan sebagai penonton atau sekadar bertugas sebagai pengawal dan penata parkir di setiap kegiatan partai.
Sebagai bentuk akuntabilitas, GP NasDem NTB menyatakan kesiapannya untuk diaudit secara terbuka atas setiap alokasi anggaran yang diterima guna memastikan seluruh program kerja kepemudaan berjalan optimal.
Selain menyampaikan kritik tajam mengenai alokasi dana organisasi, GP NasDem NTB juga memaparkan keberhasilan konsolidasi struktur di 10 kabupaten/kota se-NTB dengan total pengurus aktif mencapai sekitar 120 orang yang didominasi kalangan milenial dan Gen Z. Capaian politik GP NasDem NTB pada Pemilu terakhir pun melesat signifikan, dimana 8 kader berhasil duduk sebagai anggota DPRD Kabupaten/Kota—naik tajam dibanding Pemilu 2019 yang hanya meloloskan 1 kader. Bahkan, dua diantaranya kini dipercaya menjabat sebagai pimpinan DPRD di Kabupaten Sumbawa dan Kabupaten Sumbawa Barat.
Guna memperkuat capaian tersebut, DPW GP NasDem NTB merumuskan empat poin rekomendasi strategis, meliputi integrasi database kaderisasi nasional berbasis digital, pelaksanaan program pelatihan kepemimpinan politik berkala di tingkat regional, sinergi kebijakan pro-pemuda bersama dewan pimpinan partai di daerah, serta peningkatan kapasitas pemuda lokal di sektor wirausaha mandiri, pariwisata, dan keterampilan digital.
Mengakhiri pandangan umumnya, DPW GP NasDem NTB bersama seluruh DPD se-NTB menyatakan menerima dan mengesahkan Laporan Pertanggungjawaban (LPJ) DPP GP NasDem. NTB secara bulat memberikan dukungan penuh serta memohon kesediaan Prananda Surya Paloh untuk kembali memimpin sebagai Ketua Umum DPP Garda Pemuda NasDem periode 2026–2030.
Figur Prananda dinilai terbukti konsisten, berani, dan berhasil membawa Garda Pemuda NasDem menjadi benteng pertahanan serta mesin penggerak utama partai. (CR-Max)


