oleh

Tidak Dihadirkan Pihak Bersangkutan Saat Hearing, SBMI dan FRB Tinggalkan Lokasi

banner 300500

Massa hearing dari Serikat Buruh Migran Indonesia (SBMI) dan Forum Rakyat Bersatu (FRB) Lombok Timur  kecewa karena merasa tidak di hargai. Pasalnya pihak-pihak yang telah disepakati tidak hadir dalam kegiatan hearing yang berlangsung senin 12/04/2021.

LOMBOK TIMUR, Corongrakyat.co.id –
Menurut Ketua SBMI Lombok Timur Usman, masa hearing merasa kecewa dikarenakan pihak pihak terkait seperti Kepala Dinas  perdagangan, Kepala Desa Menceh dan  PT Sinta Aqua Kultur tidak ada yang hadir seperti yang di janjikan dalam surat undangan hearing yang dilayankan Kesbangpoldagri beberapa hari yang lalu.

Kecewa dengan kenyataan tersebut, massa hearing  akhirnya meninggalkan lokasi hearing yang bertempat di Aula Kesbangpoldagri Lombok Timur, meski kegiatan hearing tersebut dibuka dan dipimpin langsung oleh Sekretaris Daerah Lombok Timur ,H.M.Juani Taofik.

Usman mengatakan, Aksi walk out massa hearing dilakukan karena Kepala Dinas Perdagangan Lombok Timur, Kades Menceh dan dari PT Sinta Aqua Kultur  tidak hadir. Padahal sesuai dengan kesepakatan, Pihak SBMI dan FRB tidak jadi turun Aksi/Demo dengan sarat harus menghadirkan dari pihak-pihak yang bermasalah   untuk  duduk dalam satu meja demi mencari titik temu dalam persoalan tersebut.

“Dengan ketidakhadiran para pihak yang bersangkutan tentu tidak akan bisa menyelesaikan masalah dan persoalannya karena  yang kami tentukan untuk dihadirkan tidak ada yang hadir. jelas kami kecewa,”  Kata Ketua SBMI Lombok Timur  bersama Ketua Forum Rakyat Bersatu Eko Rahadi  dihadapan hearing.

Usman Ketua SBMI juga selaku Ketua HIMPAUDI Lombok Timur menegaskan pihaknya sudah menyampaikan somasi kepada Kadis Perdagangan Lombok Timur agar mau meminta maaf secara terbuka akan tetapi justru dijawab oleh pihak Disdag seolah-olah merasa tidak bersalah.

“Sehingga inilah yang membuat kami merasa terusik dengan surat jawaban somasi tersebut. Kami sayangkan dalam hearing ini Kepala Dinas Perdagangan tidak hadir untuk mengkelirkan permasalahan yang ada dengan tidak diwakilkan,” Sesalnya.

Masih kata Usman, Dirinya juga sesalkan pernyataan Pihak Dinas Perdagangan dalam surat yang dikirimkan ke SBMI Lombok Timur yang mengatakan jumlah PMI sebanyak 2000 orang. Padahal semenjak penetapan status covid-19 bulan 04 tahun 2020 hingga saat ini Jumlah PMI yang kembali ke kampung halamannya sebanyak 7.749 orang termasuk yang ilegal.

“Yang kami pertanyakan dari mana Pihak Dinas Perdagangan mendapatakan data sehingga berani mengatakan jumlah PMI yang pulang semenjak covid-19  ini ditetepkan sebanyak 2000 orang,”Imbuhnya.

Pada Saat yang bersamaan, Sekretaris Daerah Lombok Timur tetap berharap agar dua persoalan yang diangkat SBMI  dan FRB Lombok Timur bisa diselesaikan dengan baik.

Sekretaris Daerah Lombok Timur saat ditinggalkan walk out oleh massa hearing meminta untuk mendengarkan terlebih dahulu, dengan menyelesaikan masalah kasus dinas perdagangan dan menunda kasus tambak udang.

“Kami mohon kepada rekan-rekan untuk jangan meninggalkan tempat, karena dari dua masalah yang diangkat yang diselesaikan yakni Masalah Kadis Perdagangan, sedangkan kasus tambak udang kita tunda,” Katanya.

Namun meski demikian massa hearing tetap meninggalkan aula kantor Bakesbangpoldagri Lombok Timur tanpa menghiraukan permintaan dari Sekretaris Daerah Lombok Timur.

Sementara itu, Ketua Forum Rakyat Bersatu Lombok Timur menyatakan permohon maaf kepada Sekda karena masa hearing dengan terpaksa walk out dari ruangan karena tidak sesuai dengan kesepakatan.

“Semua peserta Hering keluar dari ruangan karena percuma dilanjutkan kalau yang harus dihadirkan tidak datang, kita lebih baik walk Out rekan-rekan dan mohon maaf pak Sekda,” kata ‎Eko sambil mengajak massa hearing keluar.‎

Menurut Eko semua pihak harus dihadirkan seperti Kadis perdagangan Lombok timur dalam kasus statemen mengenai langkanya LPG disebabkan oleh kepulangan Pekerja Migran Indonesia (PMI) di Lombok Timur.

Serikat Buruh Migran Indonesia dan Forum Rakyat Bersatu Kabupaten Lombok Timur menyatakan akan tetap melakukan demo/aksi.

“Kesepakatan awal, kami tidak jadi turun aksi dengan membawa 1000 orang dengan perjanjian akan di hadirkan pihak pihak yang bersangkutan, namun mengecewakan tidak sesuai dengan hasil kesepakatan. Maka tetap kami akan turun aksi bahkan masa yang akan turun lebih dari rencana semula  dan rencana kami akan turun minggu ini,”Tutupnya.(cr-wenk).